x

Berita Dhammacakka & Dhammadesana Mp3

Puja Bakti Umum Minggu pk. 9.09 - 11.00 wib

  • Minggu, 16 Juli 2017
    AKHIR DARI SEMUA DUKKHA -
    Semua makhluk sepanjang waktu hidupnya mencari sesuatu pengalaman yang akan mendatangkan ‘pengharapan’ ataupun ‘kebahagiaan’. Pada masa lampau, pencarian setiap makhluk hidup di bumi ini bertujuan demi tercapainya tujuan yang sama yaitu ‘kapan saya bisa bahagia?’ Sementara, di kehidupan saat ini, kita dapat menyadari bahwa diri kita sendiri ataupun makhluk lain selalu mendambakan kebahagiaan melalui pemuasan keinginan-keinginan maupun perasaan-perasaan yang menyenangkan yang kita cari dan alami sendiri. Bahkan, di masa mendatang pun, siapa yang dapat menyangkal bahwa kita akan mencari harta yang paling sulit diraih yaitu ‘kapan saya bahagia serta terbebas dari segala bentuk ketidakpuasan yang masih belum saya capai?’.

    Bhikkhu Gunaseno,          Baca & dengarkan Audionya

  • Minggu, 09 Juli 2017
    DHAMMACAKKAPPAVATTANA SUTTA (KHOTBAH TENTANG PEMUTARAN RODA DHAMMA) -
    Āsāḷha dalam bahasa Pāḷi atau Āsādha dalam bahasa Sansekerta adalah nama bulan yang bersamaan dengan bulan Juli. Bulan purnama dalam bulan Āsādha adalah hari yang penting dalam sejarah kehidupan Buddha Gotama. Pada hari Āsādha ini lebih dari 2500 tahun yang lalu, Buddha mengajarkan hasil penemuan Beliau, yaitu Empat Kebenaran Mulia, kepada lima orang petapa yang bernama Koṇḍañña, Vappa, Bhaddiya, Mahānāma, dan Assaji. Pengajaran tersebut yang diberi nama Dhammacakkappavattana Sutta, Khotbah tentang Pemutaran Roda Dhamma

    Bhikkhu Sukhemo, Mahāthera,          Baca & dengarkan Audionya

  • Minggu, 02 Juli 2017
    MEMPERHATIKAN DIRI SENDIRI, KEMAJUAN BATIN ADA DI DEPAN MATA -
    Fakta dan realita menunjukkan, sifat alamiah manusia cenderung mudah untuk menanggapi apa yang ada di luar dirinya, sehingga tidak jarang orang lain menjadi objek penilaian. Mereka yang diam, mereka yang berbicara, mereka yang melakukan ini, dan itu tidak lepas dari penilaian. Seakan kehidupan ini seperti ajang kontes, dimana ada pihak yang berperan sebagai kontestan dan pihak lain sebagai komentatornya. Oleh karena itu, tidak jarang yang terjadi selanjutnya adalah saling mencari kesalahan orang lain. Ini adalah suatu fenomena dan penyakit manusia dari zaman ke zaman. Jika hal ini terjadi, sesungguhnya tidak akan membawa kemajuan untuk kepentingan kualitas batin seseorang. Sebaliknya, hanya menghasilkan kesia-siaan belaka. Parahnya, hal ini justru membawa dampak buruk dalam hubungan seseorang dengan yang lainnya.

    Bhikkhu Cirajayo,          Baca & dengarkan Audionya

  • Minggu, 25 Juni 2017
    SUDAHKAH KITA BERKUALITAS? -
    Kehidupan sebagai umat Buddha tidak lepas dari yang disebut ajaran-ajaran guru Agung kita Buddha Gotama. Beliau mengajarkan ajaran yang disebut sebagai Dhamma. Di dalam Dhamma inilah yang merupakan pedoman sentral dalam kehidupan siswa-siswa yang berlindung kepada Tiratana. Ajaran yang diajarkan pada mulanya adalah secara lisan, dari mulut ke mulut. Namun belakangan seiring dengan berlalunya zaman ke zaman, dan Sang Buddha juga sudah Parinibbāna (wafat), potensial manusia dalam mengingat semakin menurun.

    Bhikkhu Piyaratano,          Baca & dengarkan Audionya

Arsip