x

Hidup Luhur

Yo Dhammacārῑ kāyena, Vācāya uda cetasā
Idheva naṁ pasaṁsāti pecca sagge pamodati

Siapapun yang melaksanakan Dhamma dengan benar
baik melalui ucapan, perbuatan maupun pikiran,
Maka di kehidupan ini ia dipuji oleh para bijaksanawan dan setelah meninggal ia terlahir di alam yang berbahagia
(Saṁyutta Nikāya, Sagāthāvagga)

    DOWNLOAD AUDIO

Dalam mengarungi kehidupan sehari-hari, banyak cara yang ditempuh orang untuk memperoleh ketentraman dan kebahagiaan. Apapun yang dilakukan demi mencapai keinginannya tersebut, tetapi pada kenyataannya tidak semua keinginan itu dapat terpenuhi, sebaliknya kekacauan hiduplah yang didapat akibat dari ketidakmampuan membedakan dengan jelas, apakah yang dijalaninya itu benar-benar menghasilkan kebahagiaan atau malah sebaliknya mendatangkan penderitaan.

Dalam hal ini seseorang harus berjuang untuk mempertahankan kehidupannya untuk memperoleh kebahagiaan. Tetapi sering kali jalan yang dipakai itu penuh dengan jebakan yang membawa seseorang ke jalan penderitaan. Misalnya karena marah, seseorang bisa memukul, membunuh, mencuri, atau karena banyak harta bisa saja orang menjadi sombong, ingin berkuasa dan orang seperti ini hidupnya sulit merasa puas, tidak damai dan kegelisahanpun timbul serta ketidaktentramanpun muncul di dalam pikirannya. Kalau hal itu masih saja dijadikan sebagai sifat perilaku dalam kehidupan sehari-hari, maka penderitaanpun akan selalu mengikutinya.

Dalam kehidupan ini sesungguhnya walaupun seseorang mempunyai cukup materi, hal tersebut tidak menjamin bahwa hidupnya selalu berbahagia dan tentram. Apalagi yang kekurangan materi, mungkin merasa beban hidupnya semangkin bertambah. Kalau seseorang hidupnya tidak diarahkan sesuai dengan Dhamma, maka hidupnya sulit untuk mendapatkan kedamaian dan kebahagiaan. Yang terpenting di sini kita harus tahu jalan mana yang harus ditempuh untuk memperoleh kebahagiaan yang sesuai Dhamma dan jalan mana yang harus ditinggalkan. Tentunya seseorang harus banyak belajar Dhamma dan melatihnya dalam kehidupan sehari-hari.

”Hidup luhur”. Hidup luhur di sini sangat diperlukan untuk memperoleh ketentraman dan kebahagiaan. Maksud dari pada hidup luhur ini adalah hidup mulia dan hidup yang terpuji. Dalam Dῑgha Nikāya II. 196 Sang Buddha menyampaikan ada empat hal mengenai hidup luhur atau sering disebut dengan Brahmavihara yaitu:

1. Mettā (Cinta Kasih)

Cinta kasih di sini adalah tiadanya kebencian, dengan niat untuk membahagiakan makhluk lain. Inilah yang dinamakan cinta kasih tanpa batas. Hendaknya kita mengembangkan sifat ini di dalam keseharian, tanpa dikembangkan maka kita sulit untuk hidup berbahagia. Agar jalan seperti ini membawa ketentraman dan kebahagiaan, hendaknya kita mengembangkan mettā dengan niat yang tanpa kebencian di dalam diri. Apabila disertai dengan adanya kebencian, maka tidak bisa disebut cinta kasih. Dalam Majjhima Nikāya I. 369 Sang Buddha mengatakan ”Memiliki cinta kasih yang tak terbatas adalah mulia”.

2. Karunā (Belas Kasih)

Dalam Dhammapada Athakata 193 ”Belas kasih adalah yang membuat pikiran bergerak atas penderitaan makhluk lain. Hal itu demi melenyapkan dan menghancurkan penderitaan makhluk lain, dengan demikian hal itu disebut belas kasih, karena melindungi dan merangkul mereka yang menderita”. Karena diawali dengan cinta kasih maka timbullah rasa belas kasihan, yang seolah-olah di dalam diri timbul keinginan untuk meringankan penderitaan yang sedang dialami oleh orang lain. Inilah bentuk dari pada karunā, yang harus dikembangkan dalam keseharian, agar kita hidup bahagia.

3. Muditā (Simpati)

Ikut bergembira atas keuntungan yang diperoleh orang lain. Tidak iri hati. Turut bergembira pada saat seseorang mendapatkan hal-hal yang melebihi dari diri kita. Secara kenyataannya masih sedikit orang yang benar-benar mempunyai sifat bermudita yang tulus. Kebanyakan orang memberikan tanggapan-tanggapan yang berbeda-beda atas kemajuan yang dicapai dengan disertai niat yang iri hati atau dengan rasa tidak senang atas kemajuan yang telah didapat.

4. Upekkhā (Keseimbangan Batin)

Yang dimaksud keseimbangan batin adalah tidak merasa bahagia atau merasa sedih atau memihak hal-hal tertentu, karena orang yang sudah terlatih ia mempunyai pengertian yang jelas bahwa semua yang diterima adalah hasil dari perbuatannya masing-masing. Jadi tidak ada yang disesalkan. Sehingga hal tersebut membuat batin menjadi tenang. Hal seperti ini sangat penting, untuk dilatih dan dikembangkan di dalam keseharian.

Dari penjelasan cara hidup luhur di atas tersebut, apabila dilatih di dalam kehidupan sehari-hari, maka jalan hidup yang kita jalani akan berjalan dengan baik serta menimbulkan ketentraman, kedamaian, dan kebahagiaan. Maka dari itu, seseorang hendaknya mengembangkan dengan sungguh-sungguh empat hal tersebut di atas, dan apabila dijalankan dengan benar maka orang yang menjalankannya bisa disebut sedang berada dalam ”kehidupan luhur”.

Dibaca : 3199 kali