x

USAHA BENAR MERAIH KEMAJUAN TANPA MENUNDA BERBUAT KEBAJIKAN

Abhittharetha kalyāṇe, pāpā cittaṁ nivarāye Dandhaṁ hi karato puññaṁ, pāpasmiṁ ramatī mano Bergegaslah berbuat kebajikan dan kendalikanlah pikiranmu dari kejahatan; barang siapa lamban berbuat baik, maka pikirannya akan senang dalam kejahatan. (Dhammapada 116)

    DOWNLOAD AUDIO

Tanggal 31 Desember 2017 yang lalu kita semua menyaksikan bahwa pada malam Old & New 2018, orang-orang dari seluruh penjuru dunia begitu antusias menyambut detik-detik pergantian tahun (2017-2018). Melalui berbagai media sosial, mereka begitu bersemangat dan bergairah menyampaikan ucapan Selamat tahun baru 2018 dan mengungkapkan berbagai macam harapan serta doa mengharapkan semoga di tahun ini bisa lebih baik, lebih maju, lebih sukses, dan lebih sejahtera dibanding tahun 2017. Umat Buddha di Vihara Jakarta Dhammacakka Jaya juga tidak mau ketinggalan untuk ikut melakukan hal yang sama seperti tersebut di atas, tetapi dilakukan dengan cara menuliskan aspirasinya di kartu OLD & NEW 2018 ANTAMULAVASSA (akhir dan awal tahun) kemudian diikatkan pada gelas lilin jeli dan dinyalakan pada acara Pūjā bakti akhir dan awal tahun. Secara acak dari beberapa kartu yang bhante baca, harapan yang diinginkan adalah semoga di tahun ini usahanya lebih maju, pekerjaannya lancar, kesuksesan, kesejahteraan, kebahagiaan, kesehatan, panjang usia, banyak rejeki, dan menjadi individu yang lebih baik dan sebagainya. Setelah berkeinginan atau beraspirasi seperti itu lantas, apa yang harus dilakukan? Dan bagaimana agar dapat cepat dan tepat merealisasikan sesuai dengan yang diharapkan? Untuk merealisasikannya perlu diawali dengan tekad (adhiṭṭhāna) yang kuat. Kemudian tekadnya harus diikuti dengan usaha atau tindakan nyata yang berkesinambungan, tindakannya tentu tidak bertentangan dengan Dhamma ajaran Sang Buddha. Sesuatu perbuatan baik dan benar dalam perspektif Buddhis adalah tidak merugikan makhluk lain dan diri sendiri. Di dalam ajaran agama Buddha ada empat usaha rajin dan bersemangat (PADHᾹNA 4) yang terdapat di Aṅguttaranikāya II. 16 yang harus dan patut dikembangkan dalam diri kita masing-masing adalah: 1. Saṁvarappadhāna: Usaha rajin agar keadaan-keadaan jahat dan buruk tidak timbul di dalam diri seseorang; 2. Pahānappadhāna: Usaha rajin untuk menghilangkan keadaan-keadaan jahat dan buruk yang telah timbul; 3. Bhāvanāppadhāna: Usaha rajin untuk menimbulkan keadaan-keadaan baik dalam diri seseorang; 4. Anurakkhānappadhāna: Usaha rajin untuk menjaga keadaan-keadaan baik yang telah timbul dan tidak membiarkan mereka lenyap. Empat usaha rajin dan bersemangat ini pada langkah awalnya adalah untuk melakukan evaluasi atau introspeksi ke dalam diri kita masing-masing terlebih dahulu yaitu dengan melihat kembali, apakah usaha rajin dan bersemangat yang telah dilakukan di tahun 2017 itu, sudah sesuai atau tidak dengan PADHᾹNA 4, lalu kemudian dilakukan penyelidikan secara seksama untuk mengetahui apa yang menjadi penyebab kegagalan kita. Dengan demikian, kita akan mendapatkan gambaran untuk dijadikan pedoman memperbaiki diri dan merubah keadaan menjadi lebih baik, sesuai yang kita harapkan di tahun 2018. Kemudian langkah selanjutnya adalah segera bergegas bertindak cepat dan tepat mengembangkan usaha rajin dan bersemangat (PADHᾹNA 4) ini untuk: mencegah sifat-sifat buruk seperti kemalasan/tidak bersemangat, niat jahat, keragu-raguan, egois, mudah putus asa, ketidaksabaran, kebencian, keserakahan, kekikiran, kelengahan, pandangan salah dan sifat negatif lainnya agar tidak muncul. Sedangkan sifat-sifat buruk yang telah timbul harus segera dilenyapkan, sebaliknya berusaha memunculkan sifat-sifat baik seperti tekad yang kokoh, kenyakinan yang teguh, keuletan/ketekunan, semangat, kesabaran, kedisiplinan, kehendak baik, kemoralan, cinta kasih, belas kasih, kerelaan/kedemawanan, perhatian benar, kewaspadaan, konsentrasi, kebijaksanaan dan sifat positif lainnya. Sedangkan sifat-sifat baik yang telah muncul harus dijaga dan dipertahankan terus jangan sampai lenyap. Berkat dari usaha ini semoga dapat meraih kemajuan yang sesuai dengan keinginan dan harapan kita semua. Keuntungan yang diperoleh dari mengembangkan PADHᾹNA 4 ini adalah: Bila dengan rajin dan tekun mengembangkan usaha benar yang (1). Saṁvarappadhāna: kemudian berhasil mencegah munculnya hal-hal yang jahat atau buruk, maka kita akan terhidar dari keadaan yang dapat merugikan orang lain dan diri sendiri, karena bebas dari sebab buruk otomatis akan bebas dari akibat buruk yang bisa membuat kita menderita; Bila dengan rajin dan tekun mengembangkan usaha benar yang (2). Pahānappadhāna: kemudian berhasil melenyapkan hal-hal jahat atau buruk yang telah timbul, maka kita akan terbebas dari perasaan bersalah atau penyesalan yang berkepanjangan. Jikalau kita tidak berhasil melenyapkan kehendak jahat yang muncul maka perbuatan buruk akan terus kita lakukan, hal ini akan mengakibatkan kita terus mengalami penderitaan. Bila dengan rajin dan tekun mengembangkan usaha benar yang (3). Bhāvanāppadhāna: kemudian berhasil memunculkan hal-hal baik yang belum timbul sebelumnya, hal ini akan membantu kita merubah keadaan ke arah yang lebih baik dan lebih baik, dan sebagai akibatnya kita akan dapat hidup lebih bahagia dan damai. Bila dengan rajin dan tekun mengembangkan usaha benar yang (4). Anurakkhānappadhāna: kemudian berhasil menjaga hal-hal baik yang sudah timbul dan tidak membiarkan mereka lenyap, maka keberadaan dari keadaan-keadaan yang baik dapat tetap dipertahankan akibatnya kebahagiaan akan terus dapat kita alami. Kesimpulan: Keempat faktor usaha rajin ini merupakan “Usaha Benar”. Keempat faktor ini selain dapat digunakan untuk mengembangkan kualitas batin juga bisa diterapkan pada aspek/hal lain. Setelah memahami manfaat Dhamma ini, seharusnya setiap orang segera bergegas berbuat dan mengembangkan usaha benar dan bajik ini di dalam diri masing-masing tanpa menunda-nunda lagi. Sedangkan kalau mau berbuat jahat harus ditunda dulu, jangan sampai dia muncul atau berkembang kemudian dilenyapkan dengan pandangan benar. Mengapa kita harus bergegas berbuat kebajikan? Sang Buddha bersabda di Dhammapada 116, barang siapa lamban berbuat kebajikan, maka pikiran akan senang dalam kejahatan. Melalui pengembangan PADHᾹNA 4 ini, semoga pikiran jahat tidak lagi menjadi penghalang niat baik kita untuk berbuat kebajikan. Selamat berjuang! semoga sukses dan tercapai apa yang dicita-citakan, semoga dengan berkah Sang Tiratana kita semua selalu hidup sejahtera lahir dan batin.

Dibaca : 207 kali