x

KEKUATAN SEMANGAT DAN TEKAD

Uṭṭhānenappamādena, saññamena damena ca; 
Dῑpaṁ kayirātha medhāvῑ, yaṁ ogho nābhikῑrati. 
Dengan usaha yang tekun, semangat, disiplin, dan pengendalian diri, hendaklah orang bijaksana, membuat pulau bagi dirinya sendiri, yang tidak dapat ditenggelamkan oleh banjir.
(Dhammapada syair 25)

    DOWNLOAD AUDIO

Macam-macam Banjir

Dalam Dῑgha Nikāya Sangῑti Sutta (DN 33), Sang Buddha mengelompokkan ada empat macam banjir (Pāḷi: Ogha), yaitu: (1) Banjir nafsu inderawi (Kāmogha), (2) Banjir penjelmaan (Bhavogha), (3) Banjir pandangan (Diṭṭhogha), dan (4) Banjir kebodohan (Avijjogha).
Empat hal tersebut disebut banjir karena memiliki kekuatan untuk menghanyutkan makhluk-makhluk yang jatuh dalam kelengahan. Mereka yang hidupnya tidak waspada, bisa jadi suatu saat akan hanyut dan tenggelam oleh salah satu dari empat macam banjir itu.
Atas dasar itulah, dengan penuh cinta kasih, Sang Buddha mengajarkan Dhamma kepada para dewa dan manusia agar tidak tenggelam oleh banjir yang merugikan. Dhamma tersebut dapat diringkas menjadi Sῑla, Samādhi, dan Paññā.
Karakter baik lain yang juga penting untuk dimunculkan dan dikembangkan adalah ‘memiliki semangat dan tekad’. Semangat dan tekad ini dalam bahasa Pāḷi disebut Viriya.

Pengertian Viriya

Viriya biasa diartikan sebagai semangat, energi, atau usaha. Viriya adalah salah satu faktor penting yang dibutuhkan seseorang dalam menapaki jalan kesucian. Viriya sering kali dikaitkan dengan Usaha Benar atau Sammā Vāyāma. Dalam AN 4.13, Sammā Vāyāma dijelaskan sebagai sebuah usaha untuk: (1) tidak memunculkan kondisi-kondisi buruk yang belum muncul, (2) meninggalkan kondisi-kondisi tidak bermanfaat yang telah muncul, (3) memunculkan kondisi-kondisi bermanfaat yang belum muncul, dan (4) mempertahankan kondisi-kondisi bermanfaat yang telah muncul.

Kaitan antara bakat dan tekad
Berbicara tentang bakat dan tekad, ada sebuah presentasi yang sangat bagus di TED. TED merupakan singkatan dari Technology, Entertainment, Design. Angela Lee Duckworth, seorang psikolog dari University of Pennsylvania membawakan sebuah presentasi dengan judul ‘Grit: The power of passion and perseverance’. Angela mempelajari tentang pengendalian diri dan tekad. Ia meneliti bagaimana tekad dapat mempengaruhi keberhasilan seseorang.
Sebelumnya Angela bekerja sebagai seorang konsultan manajemen, namun pada usia 27 tahun ia memutuskan beralih profesi menjadi guru matematika kelas tujuh di sekolah umum di New York. Setelah beberapa tahun mengajar, ia pun menyadari bahwa keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual semata. Kecerdasan intelektual bukan satu-satunya faktor penentu yang membuat anak didiknya berhasil di sekolah. Beberapa siswanya yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata, ternyata tidak begitu berhasil dalam pelajaran. 
Data dari hasil penelitian Angela menunjukkan, ada begitu banyak orang di luar sana yang berbakat namun tidak dapat menindaklanjuti komitmen mereka. Akhirnya mereka gagal dalam mencapai tujuan karena kurangnya tekad dan komitmen. Angela menyimpulkan: bakat tidak membuat seseorang memiliki tekad. Dengan kata lain, seseorang yang berbakat tidak selalu memiliki tekad yang kuat. 

Pola pikir yang berkembang 
Dari penelitian yang dilakukan Angela kemudian muncul pertanyaan penting: “Bagaimana cara membangun tekad pada anak-anak? Apa yang harus dilakukan untuk mengajarkan etos kerja yang baik pada anak-anak? Dan bagaimana caranya menjaga mereka agar tetap termotivasi dalam waktu yang lama?”
Ide terbaik tentang membangun tekad pada anak-anak menurut Angela adalah ‘growth mindset’ atau ‘pola pikir yang berkembang’. Sebuah ide yang dikembangkan oleh seorang doktor bernama Carol Dweck dari Stanford University. Dr. Dweck pernah menyampaikan ide tersebut di TED dengan judul ‘The power of believing that you can improve’. 
Growht mindset adalah sebuah keyakinan bahwa kemampuan seseorang dapat berubah dan berkembang sejalan dengan usaha yang dikerahkan. Dalam penelitiannya, Dr. Dweck melakukan eksperimen kepada para siswa di sebuah sekolah. Siswa tersebut dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama diedukasi tentang otak, bagaimana otak manusia dapat berkembang seiring dengan tantangan yang dihadapi, sedangkan kelompok kedua tidak. 
Hasil penelitian Dr. Dweck menunjukkan bahwa para siswa yang berada di kelompok pertama menjadi lebih tekun saat menghadapi tantangan dan kesulitan dalam belajar. Anak-anak itu percaya bahwa seseorang bisa menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya jika saja mereka mau berusaha. Mereka yakin bahwa kegagalan bukanlah sebuah kondisi yang permanen.

Perumpamaan gelap dan terang
Para bhikkhu, ada empat jenis orang ini terdapat di dunia. Apakah empat ini? 
1. Seorang yang mengarah dari gelap menuju gelap,
2. Seorang yang mengarah dari gelap menuju terang,
3. Seorang yang mengarah dari terang menuju gelap, dan 
4. Seorang yang mengarah dari terang menuju terang.
(Aṅguttara Nikāya 4.85)

Pentingnya memiliki semangat dan tekad
Untuk menjadi sukses, seseorang harus bisa menghadapi kegagalan. Berusaha menjadi lebih baik lagi dengan pengalaman yang didapatkan. Oleh karena itu, Sang Buddha menekankan kepada para siswa untuk berlatih dengan tekun, penuh semangat, dan disiplin. Karena setiap usaha yang dilakukan akan menghasilkan manfaat. 
Hal inilah yang harus digarisbawahi oleh setiap orang yang mau mengubah masa depannya menjadi lebih baik, bahwa kehidupan seseorang tidak hanya ditentukan oleh hasil dari kamma masa lampau tetapi juga ditentukan oleh seberapa besar usaha yang dilakukannya pada saat ini. 

Semoga semua makhluk hidup berbahagia.

Referensi
- Rājavarācāriya. 2011. Kitab Suci Dhammapada. Terjemahan oleh Rājavarācāriya. 2013. Singkawang Selatan: Bahussuta Society.
- https://suttacentral.net/id/dn33 diakses pada 21 September 2017 pukul 09.14.
- https://suttacentral.net/id/mn118 diakses pada 21 September 2017 pukul 09.20.
- https://suttacentral.net/id/an3.61 diakses pada 20 September 2017 pukul 09.10.
- https://suttacentral.net/id/an4.13 diakses pada 20 September 2017 pukul 09.14.
- https://suttacentral.net/id/an4.85 diakses pada 23 September 2017 pukul 08.40.
- https://www.ted.com/talks/angela_lee_duckworth_grit_the_power_of_passion_and_perseverance diakses pada 20 September 2017 pukul 09.14.
- https://www.ted.com/talks/carol_dweck_the_power_of_believing_that_you_can_improve diakses pada 20 September 2017 pukul 20.45.


Dibaca : 959 kali