x

Delapan Kondisi/Momen Yang Tidak Menguntungkan Untuk Menjalani Kehidupan Spiritual

Uttiṭṭhe nappamajjeyya, dhammaṁ sucaritaṁ care.
Dhammacāri sukhaṁ seti, asmiṁ loke paramhi ca'ti.
Bangun! Jangan lengah! Tempuhlah kehidupan benar.
Barang siapa menempuh kehidupan benar, maka ia akan 
hidup bahagia di dunia ini maupun di dunia berikutnya.
(Dhammapada syair 168)

    DOWNLOAD AUDIO

Di dalam Aṅguttara Nikāya kelompok delapan, Sang Buddha menyatakan ada delapan kondisi/momen yang tidak menguntungkan yang bukan merupakan kesempatan yang tepat untuk menjalani kehidupan spiritual. Apakah delapan momen ini? 
1.Di sini, seorang Tathāgata telah muncul di dunia, seorang Arahat, Yang telah Mencapai Penerangan Sempurna, Sempurna Pengetahuan serta Tindak-tanduk-Nya, Sempurna Menempuh Jalan ke Nibbāna, Pengetahu segenap alam, Pembimbing manusia yang tiada taranya, Guru para dewa dan manusia, Yang Sadar, Yang Patut Dimuliakan, dan Dhamma mengarah menuju kedamaian, Nibbāna, dan pencerahan diajarkan seperti yang dinyatakan oleh Yang Sempurna Menempuh Sang Jalan. Tetapi seseorang terlahir kembali di neraka. Ini adalah momen pertama yang tidak menguntungkan yang bukan merupakan kesempatan yang tepat untuk menjalani kehidupan spiritual.
2."Kemudian, seorang Tathāgata telah muncul di dunia... dan Dhamma mengarah menuju ke-damaian, Nibbāna, dan pencerahan diajarkan seperti yang dinyatakan oleh Yang Sempurna Menempuh Sang Jalan. Tetapi seseorang terlahir kembali di alam binatang. Ini adalah momen ke dua yang tidak menguntungkan yang bukan merupakan kesempatan yang tepat untuk menjalani kehidupan spiritual.
3."Kemudian, seorang Tathāgata telah muncul di dunia...dan Dhamma mengarah menuju kedamaian, Nibbāna, dan pencerahan diajarkan seperti yang dinyatakan oleh Yang Sempurna Menempuh Sang Jalan. Tetapi seseorang terlahir kembali di alam peta/hantu kelaparan. Ini adalah momen ke tiga yang tidak menguntungkan yang bukan merupakan kesempatan yang tepat untuk menjalani kehidupan spiritual.
4."Kemudian, seorang Tathāgata telah muncul di dunia...dan Dhamma mengarah menuju kedamaian, Nibbāna, dan pencerahan diajarkan seperti yang disampaikan oleh Yang Sempurna Menempuh Sang Jalan. Tetapi seseorang terlahir kembali di alam para dewa berumur panjang tertentu. Ini adalah momen ke empat yang tidak menguntungkan yang bukan merupakan kesempatan yang tepat untuk menjalani kehidupan spiritual.
5."Kemudian, seorang Tathāgata telah muncul di dunia...dan Dhamma mengarah menuju kedamaian, Nibbāna, dan pencerahan diajarkan seperti yang dinyatakan oleh Yang Sempurna Menempuh Sang Jalan. Tetapi seseorang terlahir kembali di propinsi terpencil di antara orang- 
orang asing yang kasar, (suatu tempat) di mana para bhikkhu, bhikkhuni, umat awam laki-laki, dan umat awam perempuan tidak berkunjung ke sana. Ini adalah momen ke lima yang tidak menguntungkan yang bukan merupakan kesempatan yang tepat untuk menjalani kehidupan spiritual.
6."Kemudian, seorang Tathāgata telah muncul di dunia...dan Dhamma mengarah menuju kedamaian, Nibbāna, dan pencerahan diajarkan seperti yang dinyatakan oleh Yang Sempurna Menempuh Sang Jalan. Seseorang terlahir kembali di propinsi tengah, tetapi ia menganut pandangan salah dan memiliki perspektif menyimpang: 'Tidak ada yang diberikan, tidak ada yang dikorbankan, tidak ada yang dipersembahkan; tidak ada buah atau akibat dari perbuatan baik dan buruk; tidak ada dunia ini, tidak ada dunia lain; tidak ada ibu, tidak ada ayah; tidak ada makhluk-makhluk yang terlahir kembali secara spontan; tidak ada di dunia ini para petapa dan brahmana berperilaku baik dan berpraktik benar yang, setelah merealisasikan dunia ini dan dunia lain untuk diri mereka sendiri melalui pengetahuan langsung, kemudian mengajarkannya kepada orang lain.' Ini adalah momen ke enam yang tidak menguntungkan yang bukan merupakan kesempatan yang tepat untuk menjalani kehidupan spiritual.
7. "Kemudian, seorang Tathāgata telah muncul di dunia ini... dan Dhamma mengarah menuju kedamaian, Nibbāna, dan pencerahan diajarkan seperti yang dinyatakan oleh Yang Sempurna Menempuh Sang Jalan. Seseorang terlahir kembali di propinsi tengah, tetapi ia tidak bijaksana, bodoh, tumpul, tidak mampu memahami makna dari apa yang dinyatakan dengan baik dan apa yang dinyatakan dengan buruk. Ini adalah momen ke tujuh yang tidak menguntungkan yang bukan merupakan kesempatan yang tepat untuk menempuh kehidupan spiritual. 
8. "Kemudian, seorang Tathāgata tidak muncul di dunia... dan Dhamma mengarah menuju kedamaian, Nibbāna, dan pencerahan tidak diajarkan seperti yang dinyatakan oleh Yang Sempurna Menempuh Sang Jalan. Tetapi seseorang terlahir kembali di propinsi tengah, dan ia bijaksana, cerdas, cerdik, mampu memahami makna dari apa yang dinyatakan dengan baik dan apa yang dinyatakan dengan buruk. Ini adalah momen ke delapan yang tidak menguntungkan yang bukan merupakan kesempatan yang tepat untuk menjalani kehidupan spiritual.
"Ini adalah kedelapan momen tidak menguntungkan yang bukan merupakan kesempatan yang tepat untuk menjalani kehidupan spiritual.
"Ada, para bhikkhu, satu momen menguntungkan yang istimewa yang merupakan kesempatan yang tepat untuk menjalani kehidupan spiritual. Apakah ini? Di sini, seorang Tathāgata telah muncul di dunia, seorang Arahat, yang telah Mencapai Penerangan Sempurna, Sempurna Pengetahuan serta Tindak-tanduk-Nya, Sempurna Menempuh Jalan ke Nibbāna, Pengetahu segenap alam, Pembimbing manusia yang tiada taranya, Guru para dewa dan manusia, Yang Sadar, Yang Patut Dimuliakan, dan Dhamma mengarah menuju kedamaian, Nibbāna, dan pencerahan diajarkan seperti yang dinyatakan oleh Yang Sempurna Menempuh Sang Jalan. Dan seseorang telah terlahir kembali di propinsi tengah, dan ia bijaksana, cerdas, cerdik, mampu memahami makna dari apa yang dinyatakan dengan baik dan apa yang dinyatakan dengan buruk. Ini, para bhikkhu, adalah satu momen menguntungkan yang istimewa yang merupakan kesempatan yang tepat untuk menjalani kehidupan spiritual."


Dibaca : 767 kali