x

Kota Singkawang Kekurangan Guru Agama Buddha

Nama Singkawang (Kalimantan Barat) berasal dari bahasa Hakka, San Khew Jongyang mengacu pada sebuah kota di bukit dekat laut.

Berdasarkan data kependudukan, Kota Singkawang dihuni oleh mayoritas keturunan Tionghoa dengan presentasi sebesar 42%, diikuti oleh orang Melayu, Dayak, dan Jawa. Karena sebagian besar penduduk keturunan Tionghoa, agama Buddha cukup kuat di kota dengan julukan Tiongkok kecil ini.

Seperti yang dituturkan Bhante Tithayanno, selain Islam, agama Buddha menjadi salah satu agama mayoritas yang dianut oleh masyarakat Singkawang.

“Di Singkawang agama Buddha dan Islam yang paling banyak. Umat Buddha Singkawang berasal dari warga Tionghoa. Hanya di sini banyak warga Tionghoa yang berasimilasi dengan orang Dayak, tetapi mereka masih Buddhis. Kristen dan Katolik juga berkembang cukup baik, hanya tidak dominan karena kebanyakan mereka sekolah dan bekerja di luar,” tutur bhante kepada BuddhaZine, Kamis (1/3).



Mayoritas siswa Buddhis tidak memiliki guru agama Buddha

Ari Wiyono, salah seorang guru agama Buddha yang mengabdi di Singkawang menyampaikan bahwa masih banyak siswa-siswa Buddhis yang tidak memiliki kesempatan belajar agama Buddha di sekolah.

Laki-laki asal Temanggung, Jawa Tengah ini harus mengajar di tiga sekolah berbeda di Singkawang. “Hampir semua guru wiyata bakti di sini mengajar beberapa sekolah. Meskipun begitu tetap belum cukup, masih banyak sekolah-sekolah lain yang tidak ada guru agama Buddhanya. Jadi terpaksa mereka ikut pelajaran agama lain,” ungkapnya.

Hal yang sama juga disampaikan Bhante Tithayano. Bhikkhu yang fokus membina umat Buddha di Singkawang ini menyampaikan honor yang kecil bagi guru non PNS menjadi salah satu sebab orang tidak tertarik menjadi guru agama Buddha.

“Di sini sangat membutuhkan banyak guru agama Buddha. Karena itu, salah satu yang kami lakukan adalah mengirim anak-anak muda Buddhis untuk belajar ke luar daerah dengan harapan setelah lulus kembali dan mengajar di sini. Tapi kenyataannya? Gaji guru di Singkawang kecil. Sehingga banyak yang memilih tempat lain,” pungkasnya.

Sumber: BuddhaZine.com

Dibaca : 1623 kali