x

Konsultasi

Pertanyaan:

Namo Budhaya, Saya telah membaca buku kumpulan YM bhante Sri Pannyavaro 'Melihat Kehidupan ke Dalam'.Salah satunya membahas ttg kita hrs belajar melepas sewaktu berdana. Bgm pada saat saya berdana disamping saya berusaha melepas ,masih terbersit dlm hati kecil saya agar saya bisa mendapatkan jodoh krn dari oangtua saya sptnya khawatir sampai saat ini saya msh blm mempunyai padangan. Shg dlm hati saya juga takut kalau sampai terjadi hidup sendirian. Shg setiap berdana,saya masih berharap agar urusan jodoh bisa dipermudah.Saya ingin bertanya apakah boleh dlm berdana kita melepaskan tanpa berharap misalkan utk uang dan jabatan namun utk jodoh saya berharap dpt? Krn utk mslh tsb spt saya sangat sulit melepas,pengaruh ke kualitas dana yg sdh kita berikan nanti bgm ? Terima kasih Semoga semua makhluk berbahagia

Tantan, Jakarta

Jawaban:

Kepada Yth. Tantan di Jakarta,


Perbuatan yang kita lakukan sebisa mungkin perlu dilandasi kebijaksanaan, tak terkecuali dalam berdana materi (uang). Jangan karena semata-mata berharap berbuat baik, namun nantinya malah berkekurangan dalam hidup sehari-hari. Sebaiknya sewajarnya dan sesuai kemampuan.
Dalam hal "berharap jodoh", tidaklah apa-apa. Ketika perbuatan baik telah dilakukan, maka harapan atau cita-cita yang baik boleh diharapkan.

"Melekat" dalam berdana yang sebaiknya dihindari adalah keinginan supaya yang menyumbang dikenal atau diketahui banyak orang. Atau setelah berdana ada ambisi yang tidak baik yang ingin dimiliki, dan sebagainya.

Semoga penjelasan ini dapat dipahami.
Semoga perbuatan-perbuatan baik yang telah Anda lakukan membuahkan kebahagiaan dan jodoh yang baik bagi Anda.
Semoga semua makhluk berbahagia.

Salam Metta.

Masalah Rumah Tangga

Pertanyaan:

selamat siang namo buddhaya.. saya ingin meminta saran.. apa yang harus saya lakukan terhadap suami saya.. dan rumah tangga saya.. jika saya dan suami ingin datang langsung untuk ketemu romo di sana untuk berkonsultasi langsung apakah bisa ? karena kalo di ceritakan di sini di tulis terlalu panjang dan rumit.. terima kasih mohon petunjuknya

Yulianti, Jakarta

Jawaban:

Kepada Yth. Yulianti di Jakarta,


Di Vihara Jakarta Dhammacakka Jaya, setiap Selasa pukul. 19.00 WIB ada Dhammaclass bersama Romo Cornelis Wowor, ada banyak umat yang berkonsultasi kepada beliau, termasuk hal rumah tangga.
Apabila Anda ingin privasi, setelah acara ini bisa bertanya dengan beliau.
Cobalah meminta bantuan pengurus acara ini.

Demikian, semoga berbahagia.

Salam Metta. 

Sila Ke 5 Pancasila Buddhis

Pertanyaan:

Saya mau tanya, apakah merokok termasuk melanggar sila ke 5 Pancasila Buddhis? Terima kasih

Juli, Jakarta

Jawaban:

Kepada Yth. Yuli di Jakarta,


Menurut sila ke-5 Pancasila Buddhis, merokok tidak termasuk pelanggaran. Namun, merokok tidaklah baik untuk kesehatan, terutama paru-paru.
Merawat kesehatan tubuh jasmani adalah kewajiban setiap manusia. Hal ini adalah baik.

Sedikit demi sedikit, sebaiknya kebiasaan merokok dapat dikurangi.

Demikian, semoga berbahagia.

Salam Metta.

Mengenai Almarhum Mama

Pertanyaan:

Namo Buddhaya Bhante, mama sy meninggal 6 bln yg lalu. Sy ingin menanyakan,mengapa sy tiap malam slalu mimpiin mama dari sejak mninggal ny mama. sy masi berat kehilangan mama. Dan sy tiap hari jg ada bacakan paritta ettavata. Mohon bantuanny bhante. Terima kasih.

Yuli, Medan

Jawaban:

Kepada Yth. Yuli di Medan,


Memang tidak mudah melupakan orang yang sangat dicintai, terutama orangtua. Apa yang Anda alami-mimpi, adalah hal yang wajar. Tidak mengapa. 
Apa yang telah Anda lakukan dengan membaca Ettavata sangatlah baik. Lengkapilah dengan memperbanyak perbuatan baik lainnya, seperti membantu orang lain atau bisa juga sesekali membantu di Panti Jompo kemudian limpahkanlah perbuatan-perbuatan baik ini kepada mendiang Mama.

Demikian, semoga selalu berbahagia.
Semoga semua makhluk berbahagia.

Salam Metta. 

Kehidupan Pribadi Dan Petunjuk Kedepannya Biat Saya

Pertanyaan:

Namo amotifo bhante.. Nama aku chandra luykhita chinesenya theng hok lay shio ayam (29081993) Saya ingin petunjuk nya soal kehidupan keluarga saya sekarang..karena saya merasakan mertua saya sudah bertingkah diluar batas sebagai mertua.. Apakah ada baik nya kalau mertua saya dibawa ke panti jompo..karena selama saya menikah dia tidak pernah menghargai saya sebagai menantunya..dan dia selalu mempengaruhi istri saya hal yang tidak baik.. Dan niat saya ingin memasang altar dirumah..karena motivasi saya sekarang hanya memohon petunjuk dari dewa agar diberi bimbingan jalan yang tepat..dalam hati saya hanya ingin satu ketenangan.. Saya berharap bhante atau suhu berkenan memberi kan jawaban ..dewa mana yang berjodoh dengan saya ..agar ketenangan bisa temui dan jalan yang ditempuh petunjuk dari dewa ..

Chandra Luykhita, Palembang

Jawaban:

Kepada Yth. Chandra Luykhita di Palembang,


Merawat orangtua adalah hal yang sangat baik. Namun, memang orang yang sudah tua ada kecenderungan memiliki sifat yang unik. Walau demikian, pada dasarnya tidak ada orangtua yang tidak menyayangi anaknya.

Dalam kondisi Anda ini, ada baiknya dicoba terlebih dahulu berbicara melalui pihak ketiga yang Anda percaya dan juga bisa dipercaya oleh mertua. Tentunya hal ini sebelumnya juga didiskusikan bersama istri Anda.

"Janganlah karena marah dan benci mengharap orang lain celaka/tidak nyaman", ini adalah petikan Karaniya Metta Sutta yang Sang Buddha ajarkan. Tanamkan hal ini ketika menghadapi mertua Anda. Ini adalah hal yang baik.

Semoga keluarga Anda harmonis dan bahagia.
Semoga semua makhluk berbahagia.

Salam Metta.

Orang Tua

Pertanyaan:

Namo tassa bhagavato arahato sammasambuddhasa 3× Nammo buddaya Bhante,saya punya nenek. anak-anaknya tdk mau merawatnya. tapi ibu saya mau merawatnya tapi ibu saya tidak punya uang. Pertanyaannya bagaimana ibu saya harus lakukan

Susanto, Tanjung Pinang

Jawaban:

Kepada Yth. Susanto di Tanjung Pinang,


Merawat orangtua adalah salah satu kebajikan yang luar biasa baik. Namun, dalam kondisi ekonomi yang kurang, Anda dapat menghubungi Panti Jompo. 
Namun, walaupun berada di sana, Anda dan Ibu bisa sesering mungkin mengunjungi nenek.

Demikian, semoga hal baik ini membuahkan kebahagiaan pada kehidupan Anda sekeluarga.
Semoga semua makhluk berbahagia.

Salam Metta.

PARITTA

Pertanyaan:

Namo Buddhaya , terima kasih sebelumnya telah menjawabnya pertanyaan saya tentang Pelimpahan jasa, ingin bertanya kpd Bhante ,saya punya anak umur 6 tahun laki -laki dia kesulitan belajar (sulit konsentrasi)dalam arti Hyperaktif , pertanyaan saya adalah apakah ada paritta khusus yg dibacakan buat anak saya supaya dia bisa fokus belajar atau apa yg harus dilakukan orang tua untuk kebaikan anak , mengingat anak tersebut juga kita lakukan terapy , terima kasih Namo Buddhaya.

SAMIN, JAKARTA UTARA

Jawaban:

Kepada Yth. Samin di Jakarta Utara,


Anak yang memiliki kecenderungan hiperaktif sebaiknya diketahui penyebabnya apakah karena banyak keinginannya yang selalu dipenuhi orangtua atau pengaruh lingkungan. 
Setelah itu orangtua bisa menerapkan disiplin sederhana namun tanpa paksaan.
Misalnya, kalau anak susah makan dan inginnya main gadget terus, Anda bisa menyimpan sementara sampai anak bisa makan. Lakukan hal-hal seperti ini dengan perlahan, sehingga anak tidak terintimidasi.

Untuk mengingkatkan konsentrasi, Anda dapat mengajak anak untuk "bermain warna", hal ini diteliti dapat menimbulkan rangsangan motorik & konsentrasi anak.

Anda bisa mengucapkan di dalam hati, "Semoga jasa-jasa baik yang telah dilakukan selama ini memberikan kamma baik untuk kesehatan sang anak."

Demikian dan semoga anak Anda semakin sehat dan sekeluarga berbahagia.
Semoga semua makhluk berbahagia.

Salam Metta.

Mau Tanya Kegiatan Muda Mudi Di Vihara Dhamacakka

Pertanyaan:

Namo budhaya. Sblmnya saya mau bertanya utk mengikuti kegiatan muda mudi di vihara dhamacakka apa ada syarat nya? Dan harus daftar dimana ya ? Sebelumnya saya jg baru melaksanakan wisudhi dan sama sekali blm pernah mengikuti kegiatan muda mudi yg aktif di vihara manapaun. Tlg dibantu bagaimana jika saya ingin aktif ikut kegiatan di dhamacaka dan apa saja kegiatannya yg ada di dhamacakka ini? Sebelumnya saya mengucapkan trimakasih Salam metta

Jessica, Jakarta

Jawaban:

Kepada Yth. Jessica di Jakarta,


Tidak ada syarat untuk mengikuti kegiatan yang ada, juga tidak perlu mendaftar.
Kegiatan muda-mudi -- Puja Bakti Mahasathi (Mahasiswa dan Sarjana Theravada Indonesia) : Minggu, pkl. 09.09 - 11.00 wib.

Apabila ada yang ingin ditanyakan, Anda dapat langsung menghubungi Sekretariat Vihara di (021) 6471.6739.

Demikian dan silahkan berkunjung dan puja bakti di Viharaja Jakarta Dhammacakka Jaya.
Semoga berbahagia.

Salam Metta.

Paritta Etavatta

Pertanyaan:

Mohon info nya. Untuk pembacaan paritta Etavata, dalam sehari boleh dibacakan berapa banyak yah. Dan minimal nya berapa x. Terima kasih

Yuli, Medan

Jawaban:

Kepada Yth. Yuli di Medan,


Membaca Paritta adalah perbuatan baik. Dan tentunya perbuatan baik apabila banyak dilakukan adalah semakin baik. Anda juga dapat membacanya pagi dan malam, saat bangun tidur dan akan tidur malam.

Demikian dan semoga berbahagia atas jasa kebajikan Anda mengulang sabda Sang Buddha.
Semoga semua makhluk berbahagia.

Salam Metta.

Keyakinan

Pertanyaan:

namo budhaya ,bante saya ingin bertanya parrita apa yang harus dibacakan untuk mengembangkan kebijaksanaan dan keyakinan terhadap agama buddha, dan ada lagi mau ditanyai yaitu kalau dirumah mau baca parrita sebaiknya dimana ,apa sebaiknya didepan altar(karena dirumah cuma ada altar patung dewa, tidak ada patung buddha gaotama) atau boleh dimana saja, terima kasih namo buddhaya

SAMIN, Jakarta Utara

Jawaban:

Kepada Yth. Samin di Jakarta Utara,


Anda dapat membaca paritta Saranagamana Patha:

Buddhang Saranang Gacchami
Dhammang Saranang Gacchami
Sangghang Saranang Gacchami

Dutiyampi Buddhang Saranang Gacchami
Dutiyampi Dhammang Saranang Gacchami
Dutiyampi Sangghang Saranang Gacchami

Tatiyampi Buddhang Saranang Gacchami
Tatiyampi Dhammang Saranang Gacchami
Tatiyampi Sangghang Saranang Gacchami

Aku berlindung kepada Buddha.
Aku berlindung kepada Dhamma.
Aku berlindung kepada Sanggha.

Kedua kalinya aku berlindung kepada Buddha.
Kedua kalinya aku berlindung kepada Dhamma.
Kedua kalinya aku berlindung kepada Sanggha.

Ketiga kalinya aku berlindung kepada Buddha.
Ketiga kalinya aku berlindung kepada Dhamma.
Ketiga kalinya aku berlindung kepada Sanggha.

Menjawab pertanyaan kedua, 
Apabila Anda di luar rumah, Andapun tetap dapat membaca paritta. Bisa di dalam hati--apabila di tengah-tengah banyak orang. Tidak harus ada Buddharupang.

Demikian dan semoga penjelasan ini dapat dimengerti.
Semoga berbahagia.

Salam Metta.