x

Fang Sen

Pertanyaan:

Bhante kata orang tua saya hewan yang sudah di fang sen tidak boleh di ternak atau dibudidaya lagi dan fang sen ada hari hari tertentu tak boleh sembarang hari untuk fang sen

Andre Baressa, Blangpidie

Jawaban:

Kepada Yth. Andre Baressa di Blangpidie,


Memang benar, hewan yang telah dilepas (Fang Sen) tidak baik untuk di budidaya. Fang Sen pada dasarnya dapat dilakukan dengan beragam cara, tidak hanya seperti melepas hewan ke sungai, dan sebaginya. Beberapa orang menyakini dengan bervegetarian juga termasuk Fang Sen. Dan hal ini bisa dilakukan 1 bulan 2 kali ataupun setiap saat.

Demikian dan semoga dapat dipahami.
Semoga berbahagia.

Salam Metta.

Penyakit Hati

Pertanyaan:

Saya memiliki seorang kawan yg masa lalunya sangat tidak baik. Sudah 13 tahun dia selalu minum 7 jenis obat psikotropika, salah satunya anti depresi. Dia masih terikat dengan masa lalunya. Saya ingin dia memiliki hati yg terbuka dan tenang.. bagaimanakah caranya.. Adakah mantra yg bisa menenangkan hatinya.. dan saya harus bagaimana? Saya sangat berharap dia bisa hidup dengan normal. Mohon bantuannya, terima kasih saya dari hati.

Sara, Jakarta

Jawaban:

Kepada Yth. Sara di Jakarta,


Yang pertama perlu dilakukan adalah "janganlah membenci orang yang tidak sesuai dengan harapan kita". Anda bisa mencoba menasehatinya langsung atau melalui pihak ketiga yang disegani oleh teman Anda tersebut.

Namun, segala sesuatu kembali kepada teman Anda tersebut. Jika ia tidak berubah kebiasaan buruknya tersebut, maka Anda bisa memancarkan cinta kasih ketika Anda meditasi atau membaca paritta.

Demikian dan semoga teman Anda segera pulih.
Semoga Anda pun berbahagia.

Salam Metta.

Dhamma

Pertanyaan:

nammo buddhaya bhante... saya seorang maha siswa di sekolah banyak sekali tugas dan PR. dan saya mudah sekali stress terhadap semua tugas tersebut. bagaimana cara meghindari stress dalam agama buddha

Susanto, Tanjung Pinang

Jawaban:

Kepada Yth. Susanto di Tanjung Pinang,


Cobalah melihat tugas atau PR tidak sekaligus. Misalnya apabila ada tugas mengerjakan 5 halaman, cobalah fokus mengerjakan 1 halaman dahulu. Dan Anda bisa berpikir, "wah..kurang 4... wah kurang 2 halaman, dst."

Apabila kondisi fisik lelah, istirahatlah dahulu. JIka badan sudah segar maka bisa melanjutkan lagi tugas yang tersisa.

Dengan demikian tugas atau PR tidak hanya menjadi beban yang berat, dan hasilnya justru akan lebih baik.

Demikian dan semoga berbahagia.

Salam Metta.

Keyakinan Yang Berbeda

Pertanyaan:

Salam bhantte. Saya alpine, Maaf menggagu waktu anda sebentar. Soalnya saya ada sedikit pertanyaan bhantte. Kalau ada wanita manula melakukan ibadah semacam ritual konghucu didepan ruko yang mayoritas di lingkungan yang kurang baik dengan orang orang yang fanatik dengan agamanya. Kalau saya boleh tanya apakah wanita ini mengundang kriminalitas tidak? Dan apakah hal ini sama diibaratkan seperti menggunakan gelang emas di pemukiman kumuh? Mohon jawaban dari bhantte, Trims.

Alpine Putra W, Jakarta

Jawaban:

Kepada Yth. Alpine Putra W di Jakarta,


Pada dasarnya kita sebagai anggota masyarakat haruslah saling menghargai sesama. Karena kita adalah bagian dari masyarakat.

Dalam kondisi wanita manula yang Anda ceritakan, ada baiknya wanita atau keluarganya menjelaskan kepada tetangga sebelah rumahnya dahulu. Dan perlu dijelaskan bahwa ritual yang dilakukan semata-mata hanyalah keyakinan pribadinya.

Namun, setiap orang termasuk tetangga juga perlu dihargai pendapatnya. Ada sebagian orang yang kurang cocok dengan bau dupa. Menyikapi hal ini, sebaiknya sembahyang dilakukan di dalam ruko saja.

Agama atau keyakinan tidak hanya untuk membuat diri sendiri berbahagia, namun untuk sesama.

Demikian dan semoga dapat dipahami.
Semoga berbahagia.

Salam Metta.

Layanan Iuran Kematian

Pertanyaan:

Sukhi hotu,saya mau bertanya,apakah ada layanan iuran kematian untuk kalangan umat Buddha di Jakarta? Terima kasih

Wan Wan, Jakarta

Jawaban:

Kepada Yth. Wan Wan di Jakarta,


Untuk di Vihara Jakarta Dhammacakka Jaya tidak ada iuran seperti yang dimaksud. Namun, pengurus memiliki divisi yang dapat membantu Pembacaan Paritta untuk orang sakit hingga yang telah tiada.

Untuk lebih jelasnya silahkan menghubungi Sekretariat Vihara Jakarta Dhammacakka Jaya di no telp berikut (021) 6471.6739.

Demikian dan semoga berbahagia.

Salam Metta.

Pindah Agama

Pertanyaan:

Selamat pagi bhante, saya ingin bertanya bhante, saat ini saya buddhis dan sudah di wisudi tetapi dikarenakan saya ingin menikah jadi saya disuruh melakukan pembaptisan untk masuk ke kristen untuk pembuatan surat pernikahannya. Yang menjadi pertanyaan setelah merid kalau saya mau masuk kembali ke buddha itu caranya gimana ya bhante?

Erwin, Medan

Jawaban:

Kepada Yth. Erwin di Medan,


Menjadi seorang Buddhis pada dasarnya adalah melakukan hal-hal yang baik, seperti halnya Pancasila Buddhis. Buddhisme adalah ajaran kemoralan dan seni hidup dalam kesadaran.

Dalam kondisi yang Anda alami, jika memang demikian yang diharapkan pula, Anda bisa mengucapkan Tisarara Gatha. Apabila diinginkan, maka Anda bisa mengucapkannya dibantu/dibimbing oleh Bhikkhu Sangha.

Namun, sebelumnya perlu dipikirkan kembali konsekuensi, terutama ijin dari istri Anda. Karena kini Anda hidup bersama. Bukan Aku tapi KAMI.

Demikian dan semoga dapat dipahami.
Semoga berbahagia.

Salam Metta.

Penyesalan Karma Buruk

Pertanyaan:

Bhante, saya ingin bertanya waktu saya kecil saya suka bermain dengan ikan pliharaan saya, kemudian ikan tersebut menjadi buta sebelah karena saya meletakkannya di es, saya terkejut dan tidak menyangka ia akan menjadi buta kemudian saya melepaskan ikan tersebut. Saat ini saya menyesal bhante melakukan hal tersebut, saya menyadari itu adalah karma buruk bhante, apakah ada yang bisa saya lakukan untuk mengurangi karma buruk tersebut bhante? Terimakasih

Lucia, Bekasi

Jawaban:

Kepada Yth. Lucia di Bekasi,


Saudari Lucia, setiap orang pernah melakukan kesalahan baik segaja maupun tidak.
Adapun kesalahan yang pernah dilakukan sebaiknya tidak diulangi lagi.

Apa yang Anda lakukan mungkin karena ketidaktahuan Anda. Sekiranya hal ini tidak dilakukan kembali. Apa yang telah terjadi biarlah menjadi pengalaman yang baik. 
Saat ini perbanyaklah melakukan kebaikan walaupun kecil dan sederhana.

Demikian dan semoga berbahagia.

Salam Metta.

Pattidana

Pertanyaan:

Bhante, ayah saya sudah meninggal 7 tahun yang lalu. Minggu kemarin mantan suster saya sempat menghubungi saya dan bercerita bahwa kemarin dia mimpi ayah saya. Ayah saya meminta minum karena saya dan ade saya tidak memberikan dia minum. Saya mencari tau mengenai pattidana. Saya ingin menanyakan bagaimana cara melakukan pattidana di vihara jakarta dhammacakka jaya? Dan bisa di lakukan pada hari dan pukul berapa? Terima kasih

Mintaria Cindy, Jakarta

Jawaban:

Kepada Yth. Mintaria Cindy di Jakarta,


Untuk melakukan pattidana atau pelimpahan jasa sebenarnya juga bisa dilakukan sendiri di rumah.
Setiap kali Anda ataupun keluarga telah melakukan perbuatan baik, maka limpahkanlah jasa kebaikan ini kepada mendiang Ayah.

Jika Anda ingin melakukan di Vihara, bisa bersamaan dengan berdana makanan pagi ataupun siang hari. Para Bhikkhu akan mengajak umat untuk melakukan pattidana. 
Para Bhikkhu makan pagi pukul 7 dan siang pukul 11. Anda bisa mengikuti kegiatan ini.

Demikian dan semoga semua makhluk berbahagia.
Semoga mendiang Ayah Anda berbahagia.
Semoga Anda sekeluarga berbahagia.

Salam Metta.

Bagaimana Mengobati Orang Yang Kena Santet Melalui Makanan Tapi Sudah Lama (25 Tahun)

Pertanyaan:

Bhante: Bagaimana ya mengobati orang yang kena santet melalui makanan yang sudah lama ( 25 Tahun) tetapi sudah diobati tapi kok tidak sembuh2.Dan sudah mencari paranormal

Ariestia, Medan-Sumatera Utara

Jawaban:

Kepada Yth. Ariestia di Medan


Saudara, sebelumnya apakah Anda memang yakin 100% kondisi tersebut memang karena santet?
Karena kekuatan apapun, khususnya hal yang tidak baik tidak akan kekal selamanya.

Namun Anda bisa mencoba membantu membacakan Karaniya Metta Sutta, untuk semua makhluk (untuk yang terindikasi korban ataupun pelaku/penyantet). Apabila "korban" masih memungkinkan, ajaklah membaca parita tersebut.
Kemudian lakukanlah pelimpahan jasa dan lengkapilah dengan melakukan perbuatan-perbuatan baik, khususnya apabila bisa dilakukan oleh "korban" itu sendiri.

Dengan demikian kiranya pengaruh negatif tersebut lambat laun akan terkisis oleh perbuatan-perbuatan baik.

Demikian dan semoga dapat dipahami.
Semoga semua makhluk berbahagia.

Salam Metta.

Prosedur Menjadi Ramani

Pertanyaan:

Namo Buddhaya Bhante, Saya ingin mengajukan diri menjadi Ramani, apakah ada kelas untuk menjadi Ramani, dan Dhammacaka punya jadwal kelas, kapan diadakannya? Syaratnya apa saja?. Terima kasih

Lisah , Cibubur, Bogor

Jawaban:

Kepada Yth. Lisah di Cibubur, Bogor


Anda bisa mengikuti Kursus Pandita yang diadakan oleh Magabudhi.
Untuk mengetahui kegiatan dan menghubungi pengurusnya, silahkan melihat web resmi Magabudhi di www.magabudhi.or.id atau laman Facebook di https://www.facebook.com/magabudhi.penguruspusat

Demikian dan semoga bermanfaat.
Semoga berbahagia.

Salam Metta.