Berita Dhammacakka & Dhammadesana Mp3

Puja Bakti Umum Minggu pk. 9.09 - 11.00 wib

  • Minggu, 01 Maret 2015
    HARMONI KEHIDUPAN -
    Pernahkah anda mendengar pepatah dalam bahasa Jawa yang berbunyi, “rukun agawe santoso, crah agawe bubrah?” Pepatah ini patut direnungkan oleh semua orang yang mendambakan hidup dalam kedamaian. “Rukun agawe santoso” berarti kerukunan akan membentuk sebuah kekuatan. Jika setiap orang bisa hidup dengan rukun dan tidak berpandangan subyektif tentang perbedaan, maka masyarakat dan bangsa ini akan kuat. Tetapi, akan terjadi sebaliknya jika kehidupan saat ini jauh dari kerukunan yang dapat kita artikan dari “Crah agawe bubrah” maksudnya ketika semua orang tidak rukun dan selalu konflik maka akan membuat kebersamaan ini menjadi hancur.

    Bhikkhu Gunaseno,          Baca & dengarkan Audionya

  • Minggu, 22 Februari 2015
    MENGHADAPI DELAPAN KONDISI DUNIA (AṬṬHALOKADHAMMA) DENGAN SIKAP BIJAK -
    Pada suatu waktu ada peristiwa istimewa seperti hari ulang tahun kelahiran, tahun baru, atau bahkan hari-hari besar keagamaan. Umumnya masyarakat menggunakan momen demikian untuk berdoa dengan harapan agar mendapatkan kebahagiaan, banyak rejeki, kesehatan, dan tercapai apa yang dicita-citakan. Kebiasaan masyarakat yang mulai menjadi tradisi ini dilakukan karena pada dasarnya setiap manusia mendambakan kebahagiaan. Tidak ada seorang pun yang menginginkan kesusahan dalam hidup.

    Bhikkhu Santacitto,          Baca & dengarkan Audionya

  • Minggu, 15 Februari 2015
    MERAJUT MIMPI MERAIH ASA DI TAHUN BARU IMLEK -
    Apabila kita bertanya kepada seorang anak kecil yang masih polos, tentang cita-cita mereka kalau sudah besar nanti. Kemungkinan mereka akan menjawab dengan lantang “aku ingin jadi presiden” atau “aku ingin jadi dokter” dan lain sebagainya. Setiap manusia besar maupun kecil, kaya ataupun miskin, terpelajar ataupun yang kurang terpelajar, pasti memiliki impian cita-cita yang ingin dicapai kelak di kemudian hari. Sebagai manusia biasa, wajarlah kita masih memiliki impian. Karena impian itulah, maka kita bisa berjuang untuk hidup. Sejak dahulu kala ketika manusia masih sangat primitif, manusia selalu berpikir untuk berupaya menemukan sesuatu yang akan menjadikan hidupnya senang dan nyaman.

    Bhikkhu Dhammaratano,          Baca & dengarkan Audionya

  • Minggu, 08 Februari 2015
    MEMUJA BUKAN MEMINTA -
    Pada umumnya orang-orang yang memiliki identitas dan mengaku sebagai umat Buddha, akan tetapi tidak menjadi umat Buddha yang sebenarnya. Apabila kita melihat banyak umat Buddha tradisi yang datang ke vihara hanya membakar dupa (hio) dan meminta-minta kepada Buddha untuk diberikan karunia kesehatan, rezeki, jodoh, dll. Hal ini terkadang membuat umat Buddha meyakini cara yang ia lakukan sudahlah benar, justru sebenarnya karena ketidaktahuannya menganggap dengan meminta itulah memuja. Sesungguhnya memuja bukanlah meminta. Tradisi meminta merupakan tradisi turun-temurun yang dianggap apabila tidak dilakukan maka berkah tidak didapat (tidak afdol tanpa meminta). Meminta merupakan hal yang dilakukan atas dasar ketidaktahuan. Hal ini dapat merusak keyakinan terhadap kebenaran Dhamma sesungguhnya.

    Bhikkhu Uggaseno,          Baca & dengarkan Audionya

Arsip