Berita Dhammacakka & Dhammadesana Mp3

Puja Bakti Umum Minggu pk. 9.09 - 11.00 wib

  • Minggu, 05 Juli 2015
    MANUSIA ADALAH MAKHLUK HIDUP YANG BERUNTUNG -
    Terlahir sebagai manusia merupakan sebuah keberuntungan. Namun banyak manusia yang tidak menyadari keberuntungan ini. Bahkan arti dari kata manusia atau “manussa” dalam Bahasa Pali sangat indah, manussa berasal dari dua suku kata yaitu; “mana” & “ussa”. Mana berarti pikiran, sedangkan ussa berarti tinggi. Jadi, manusia atau manussa adalah makhluk yang berpikiran tinggi. Ada dua potensi yang bisa dikembangkan jika hidup sebagai manusia. Potensi tersebut meliputi potensi duniawi yang akan menghantarkan kita pada kebahagiaan duniawi dan potensi spiritual yang akan menghantarkan kita pada kebahagiaan batin. Banyak manusia yang tidak mengetahui potensi ini, sehingga mereka melakukan pelanggaran moral dalam kehidupan sehari-hari.

    Bhikkhu Ratanaviro,          Baca & dengarkan Audionya

  • Minggu, 28 Juni 2015
    EMPAT FAKTOR KEBAHAGIAAN UMAT PERUMAH TANGGA -
    Masyarakat Buddhis terbagi menjadi dua kelompok ada yang menjadi perumah tangga (gharāvāsa) dan bukan perumah tangga (pabbajita). Menjadi perumah tangga maupun bukan perumah tangga adalah suatu pilihan hidup berdasarkan kecocokan masing-masing. Ketika seseorang memilih untuk menjadi perumah tangga, dan membangun bahtera rumah tangga tentu memiliki harapan agar terbentuk suatu keluarga yang utuh, harmoni, dan bahagia. Dalam berjalannya waktu tentu ada masalah-masalah yang akan dihadapi kadang susah, terkadang juga mudah.

    Bhikkhu Atthadhīro,          Baca & dengarkan Audionya

  • Minggu, 21 Juni 2015
    MENEGUHKAN KEYAKINAN -
    Ketika seseorang telah menyatakan diri sebagai umat Buddha, hendaklah ia menjaga keyakinan yang dimilikinya. Sebagai umat Buddha, keyakinan yang utama adalah keyakinan kepada Tiratana; Buddharatana, Dhammaratana, Saṅgharatana. Tiratana merupakan objek penghormatan (pūja) tertinggi. Dengan melakukan penghormatan pada yang patut dihormat, lebih-lebih kepada yang tertinggi, maka seseorang telah memperoleh suatu berkah, berkah utama.

    Bhikkhu Sakhadhammo,          Baca & dengarkan Audionya

  • Minggu, 14 Juni 2015
    KENDALIKAN AMARAHMU BAGAIKAN KUSIR SEJATI -
    Suatu ketika ada orang yang sangat marah. Ia mencela habis-habisan sahabatnya yang dianggap tidak berguna lagi. Ia marah atas dasar laporan dari orang lain. Kemudian, ia berkata “dasar orang tidak berguna dan hanya membuat sulit orang lain saja”. Mendengarkan makian dari sahabatnya, ia hanya diam seribu bahasa. Ia berpikir, “haruskah saya dimarah?” Kata-kata kasar itu sangat jelas di telinganya. Gejolak pikirannya demikian kuat antara mau marah dan tidak marah. Apa yang anda lakukan jika berada dalam kondisi seperti itu? Contoh lainnya, ada seorang umat yang datang ke vihara, ia menghela nafas dan kemudian berkata, “hidup ini sulit, saya sudah berusaha baik tetapi masih saja ada yang tidak suka.”

    Bhikkhu Gunaseno,          Baca & dengarkan Audionya

Arsip