x

Berita Dhammacakka & Dhammadesana Mp3

Puja Bakti Umum Minggu pk. 9.09 - 11.00 wib

  • Minggu, 17 Juli 2016
    SUNGGUH SULIT TERLAHIR SEBAGAI MANUSIA -
    Dalam hidup ini ada sebagian orang yang tidak menghargai kehidupan sebagai manusia. Mereka hanya berpikir bagaimana menikmati kesenangan indria untuk dirinya sendiri, tanpa memperdulikan orang lain di sekitarnya. Hidup sebagai orang yang terus mengejar kesenangan indria tentu akan menderita. Karena setiap keinginan tidak selamanya terpenuhi sesuai yang diharapkan. Setelah meninggal, orang ini tentu akan jatuh ke alam derita dan sulit untuk kembali terlahir sebagai manusia.

    Bhikkhu Indamedho,          Baca & dengarkan Audionya

  • Minggu, 10 Juli 2016
    BAHAGIA DI BALIK DERITA -
    Setiap manusia tidak menginginkan penderitaan. Tidak ada keinginan yang lain selain kebahagiaan. Tetapi sesungguhnya, kebahagiaan adalah penderitaan yang halus, tidak bisa dirasakan tanpa penyelidikan mendalam. Sederhananya, penderitaan dan kebahagiaan seperti seekor ular. Kepalanya adalah penderitaan, sedangkan ekornya adalah kebahagiaan, di mulutnya terdapat racun. Jika kepala ular didekati dan disentuh, ular akan dengan cepat menggigit dan mengeluarkan bisa yang sangat beracun. Jika ekornya digenggam erat tanpa melepaskannya, ular tersebut akan berbalik dan menggigit. Hal ini dikarenakan baik kepala ular maupun ekornya terdapat pada satu tubuh ular yang sama.

    Bhikkhu Ratanadhiro,          Baca & dengarkan Audionya

  • Minggu, 03 Juli 2016
    LIMA PERENUNGAN YANG HARUS SERING DIPRAKTIKKAN -
    Pada umumnya, setiap orang mempunyai satu kelemahan yang penting untuk diketahui, apakah itu? yaitu kelengahan, lupa diri yang akhirnya membuat bermacam-macam kejahatan sampai tidak ingat berbuat baik. Biasanya setelah kesempatan baik tidak dipergunakan, kemudian setelah tua, sakit-sakitan dan mau meninggal barulah timbul penyesalan sudah terlambat. Oleh karena itu, marilah kita menggunakan kesempatan saat ini untuk berusaha memahami Dhamma dan mengikuti jalan yang ditunjukkan oleh Sang Buddha.

    Bhikkhu Adhijayo,          Baca & dengarkan Audionya

  • Minggu, 26 Juni 2016
    MENYEMBUHKAN LUKA BATIN DENGAN MEMAAFKAN -
    Manusia terdiri dari unsur jasmani dan unsur batin, unsur jasmani dapat sakit karena usia yang semakin bertambah, contohnya; tulang rapuh, penglihatan menjadi kabur, pendengaran yang semakin tuli, dll. Hal ini disebabkan oleh usia yang bertambah, selain itu jasmani juga dapat sakit, jika tidak dirawat dan dijaga dengan baik. Misalnya sewaktu bekerja tanpa membawa alat pelindung diri akibatnya ketika terjadi kecelakaan di tempat kerja jasmani dapat terluka. Selain itu dari unsur batin, kita juga dapat sakit. Contoh sakit batin adalah marah, dendam, iri, sedih berkepanjangan, depresi, stres, dan lain-lain. Itu semua yang perlu kita ketahui bahwa kita sebagai manusia dapat sakit atau terluka sewaktu-waktu. Tetapi ada yang perlu diingat, seperti yang dinasehatkan oleh Sang Buddha kepada kita bahwa: jasmani boleh sakit, tetapi pikiran jangan sampai sakit.

    Bhikkhu Atthadhīro,          Baca & dengarkan Audionya

Arsip