Berita Dhammacakka & Dhammadesana Mp3

Puja Bakti Umum Minggu pk. 9.09 - 11.00 wib

  • Minggu, 17 Mei 2015
    JALAN MENUJU KEBAHAGIAAN -
    Semua makhluk hidup termasuk manusia mencari kebahagiaan, menginginkan kebahagiaan, tidak ada yang menginginkan penderitaan. Tetapi sayang sekali, kebanyakan dari kita berpikir bahwa kebahagiaan tersebut datang dari faktor luar, dari kenikmatan penglihatan, suara, aroma, rasa, sentuhan maupun objekobjek pikiran. Mata kita menginginkan dan mencari pemandangan yang indah dan menyenangkan. Kita banyak menghabiskan waktu untuk menonton pertunjukan, film, video ataupun televisi. Telinga kita menginginkan dan mencari suara yang merdu, musik yang indah maupun pujian-pujian. Hidung kita menghendaki aroma yang wangi, harum, dan lembut. Lidah kita menginginkan rasa yang enak dan manis, makanan dan minuman yang lezat serta nikmat. Kita makan bukan untuk mempertahankan tubuh, tetapi untuk memuaskan nafsu keinginan kita. Kita makan berlebihan dan kemudian mencoba keras untuk menurunkan berat badan. Tubuh kita menginginkan sentuhan yang lembut dan halus, tempat duduk dan tempat tidur yang nyaman dan empuk. Pikiran kita selalu berkelana dan mengembara di alam khayal dan fantasi, menghayalkan masa depan yang cemerlang ataupun mengingat kenangan indah masa lalu.

    Bhikkhu Santadhīro,          Baca & dengarkan Audionya

  • Minggu, 10 Mei 2015
    KEHIDUPAN SETELAH KEMATIAN -
    Alkisah di suatu desa, hiduplah sebuah keluarga yang makmur, sejahtera, dan berkekayaan melimpah. Pemiliknya adalah seorang pedagang yang sangat sukses dalam bisnis perdagangan. Seorang milyarder, pembisnis hebat, seorang yang sangat beruntung di dunia ini. Dengan ditemani oleh keempat orang istrinya yang cantik, seorang istri tua dan tiga istrinya yang muda belia. Ia hidup bagaikan raja ditemani oleh para dayang-dayang sangat bahagia, membuat orang lain yang melihatnya iri. Istri pertama adalah istri paling tua, namun sangat disayangkan pedagang ini jarang sekali memberi perhatian baik pakaian, perhiasan apalagi kasih sayang kepada istri pertamanya ini.

    Bhikkhu Dhammaratano,          Baca & dengarkan Audionya

  • Minggu, 03 Mei 2015
    IMPLEMENTASI AJARAN BUDDHA DALAM KRITERIA PENDIDIKAN -
    Perjalanan kehidupan kita saat ini tentu akan menemukan berbagai jenis orang yang ditentukan dari sikapnya saat berbicara. Terkadang orang tersebut berbicara dengan sangat pandai, terkadang juga orang tersebut berbicara dengan kebijaksanaannya. Tetapi, terkadang pula ada orang yang berbicara dengan sangat pandainya sampai akhirnya ia merasa paling pandai di dalam suatu komunitas atau kelompok tersebut. Sebenarnya, Apakah yang mempengaruhi setiap karakter seseorang mampu berbicara dengan kepandaian dan kebijaksanaan? Apakah pengalaman di dalam kehidupan sehari-harinya mampu membentuk karakter dan kepribadian setiap orang? Bagaimanakah dengan pendidikannya? Apakah mampu untuk membuat orang tersebut menjadi pandai dan bijaksana?

    Bhikkhu Gunaseno,          Baca & dengarkan Audionya

  • Minggu, 26 April 2015
    KISAH RAJA PASENADI DARI KOSALA -
    Suatu hari Raja Pasenadi dari Kosala pergi ke Vihara Jetavana setelah menyelesaikan makan pagi. Dikatakan raja memakan seperempat keranjang (kira-kira setengah gantang, 1 gantang = 10 liter) nasi dengan kari daging pada hari itu. Maka pada saat mendengarkan khotbah Sang Buddha, dia tertidur dan mengantuk sepanjang waktu. Melihat raja mengantuk, Sang Buddha menasehati dia untuk memakan sedikit nasi setiap harinya, dan mengurangi sedikit demi sedikit nasi sehingga mencapai jumlah minimum dari seperempat belas jumlah nasi yang biasa dimakan. Raja melaksanakan nasehat yang dikatakan Sang Buddha. Dengan memakan sedikit nasi dia menjadi kurus, dan merasa lebih ringan. Raja menikmati kesehatan yang baik. Ketika dia mengabarkan itu kepada Sang Buddha, Beliau berkata kepadanya, “O Raja! Kesehatan adalah keuntungan/anugerah yang paling besar. Kepuasan adalah kekayaan yang paling berharga. Kepercayaan adalah saudara yang paling baik. Nibbàna adalah kebahagiaan tertinggi.”

    Bhikkhu Dhammiko Thera,          Baca & dengarkan Audionya

Arsip