Berita Dhammacakka & Dhammadesana Mp3

Puja Bakti Umum Minggu pk. 9.09 - 11.00 wib

  • Minggu, 28 Juni 2015
    EMPAT FAKTOR KEBAHAGIAAN UMAT PERUMAH TANGGA -
    Masyarakat Buddhis terbagi menjadi dua kelompok ada yang menjadi perumah tangga (gharāvāsa) dan bukan perumah tangga (pabbajita). Menjadi perumah tangga maupun bukan perumah tangga adalah suatu pilihan hidup berdasarkan kecocokan masing-masing. Ketika seseorang memilih untuk menjadi perumah tangga, dan membangun bahtera rumah tangga tentu memiliki harapan agar terbentuk suatu keluarga yang utuh, harmoni, dan bahagia. Dalam berjalannya waktu tentu ada masalah-masalah yang akan dihadapi kadang susah, terkadang juga mudah.

    Bhikkhu Atthadhīro,          Baca & dengarkan Audionya

  • Minggu, 21 Juni 2015
    MENEGUHKAN KEYAKINAN -
    Ketika seseorang telah menyatakan diri sebagai umat Buddha, hendaklah ia menjaga keyakinan yang dimilikinya. Sebagai umat Buddha, keyakinan yang utama adalah keyakinan kepada Tiratana; Buddharatana, Dhammaratana, Saṅgharatana. Tiratana merupakan objek penghormatan (pūja) tertinggi. Dengan melakukan penghormatan pada yang patut dihormat, lebih-lebih kepada yang tertinggi, maka seseorang telah memperoleh suatu berkah, berkah utama.

    Bhikkhu Sakhadhammo,          Baca & dengarkan Audionya

  • Minggu, 14 Juni 2015
    KENDALIKAN AMARAHMU BAGAIKAN KUSIR SEJATI -
    Suatu ketika ada orang yang sangat marah. Ia mencela habis-habisan sahabatnya yang dianggap tidak berguna lagi. Ia marah atas dasar laporan dari orang lain. Kemudian, ia berkata “dasar orang tidak berguna dan hanya membuat sulit orang lain saja”. Mendengarkan makian dari sahabatnya, ia hanya diam seribu bahasa. Ia berpikir, “haruskah saya dimarah?” Kata-kata kasar itu sangat jelas di telinganya. Gejolak pikirannya demikian kuat antara mau marah dan tidak marah. Apa yang anda lakukan jika berada dalam kondisi seperti itu? Contoh lainnya, ada seorang umat yang datang ke vihara, ia menghela nafas dan kemudian berkata, “hidup ini sulit, saya sudah berusaha baik tetapi masih saja ada yang tidak suka.”

    Bhikkhu Gunaseno,          Baca & dengarkan Audionya

  • Minggu, 07 Juni 2015
    SῙLA BENTENG KOKOH PELINDUNG DUNIA -
    Sebagai manusia biasa, kita ditantang untuk berani bertindak dalam menghadapi kehidupan yang keras ini. Tentu saja tindakan yang didasarkan pada kebijaksanaan dan cinta kasih. Semua agama mengajarkan para penganutnya untuk memiliki moralitas; perilaku atau akhlak (sīla) yang baik, menghargai sesama, saling menghormati, cinta kasih, dsb. Dengan harapan dapat menciptakan dunia yang penuh dengan rasa aman, tanpa curiga, tanpa peperangan, dan ratap tangis. Tetapi, apakah cita-cita luhur itu sudah berhasil? ajaran-ajaran tentang moral selalu didengungkan setiap saat, di setiap penjuru tempat ibadah. Tetapi kenapa semakin hari permusuhan semakin sengit, peperangan semakin merajalela, perampokan, pergaulan bebas, penipuan, tidak peduli besar atau kecil, tua atau muda semua dalam kuasa amoral. Hal ini karena kita kurang me-miliki 2 syarat mutlak dalam menjalani kehidupan ini. Yaitu; mempunyai perasaan malu apabila berbuat jahat (hiri) dan takut akan akibat dari perbuatan jahat yang telah dilakukan (ottappa).

    Bhikkhu Dhammaratano,          Baca & dengarkan Audionya

Arsip