Berita Dhammacakka & Dhammadesana Mp3

Puja Bakti Umum Minggu pk. 9.09 - 11.00 wib

  • Minggu, 13 April 2014
    MENYENTUH KEHIDUPAN DENGAN KASIH SAYANG -
    Ada dua kekuatan dasar yang mampu memotivasi diri kita: rasa takut dan cinta. Ketika kita sedang berada dalam ketakutan, kita menarik diri dari kehidupan, dan menolak segala macam bentuk penderitaan yang menjadi bagian dari hidup. Tetapi, ketika kita sedang diliputi dengan kekuatan cinta, maka diri kita menjadi terbuka terhadap segala hal yang ditawarkan oleh kehidupan dengan penuh semangat, diliputi kegembiraan dan menerimanya secara utuh. Kita perlu belajar mencintai diri kita terlebih dahulu, dalam segala kelebihan yang kita miliki dan ketidaksempurnaan diri kita. Jika kita tidak bisa mencintai diri kita sendiri, kita sepenuhnya tidak akan bisa mengetahui kemampuan kita untuk mengasihi orang lain atau untuk memperlakukan orang lain dengan baik. Perubahan dan semua harapan untuk kehidupan yang lebih baik itu bersembunyi dalam keberanian dan hati yang terbuka untuk menghargai kehidupan orang lain.

    Bhikkhu Khemadharo,          Baca & dengarkan Audionya

  • Minggu, 06 April 2014
    MENGELOLA KEMARAHAN -
    Kemarahan merupakan reaksi dari emosi yang dimiliki oleh seseorang ketika menghadapi hal-hal yang tidak sesuai dengan harapannya. Hal inilah yang sering kita jumpai dan mungkin kita alami. Kemarahan menjadi suatu masalah dalam hidup kita, jika memiliki dampak tertentu pada diri kita maupun orang lain. Dampak dari kemarahan adalah kita akan dikritik orang lain karena pada dasarnya orang lain tidak ada yang mau dimarahi. Selain itu, kita juga akan menjadi malu setelah marah, dan yang paling merugikan adalah hubungan diri kita mungkin akan merenggang atau putus hubungan dengan orang lain, akibatnya orang tersebut tidak lagi mau menghubungi kita bahkan dapat membuat terputusnya tali persahabatan. Sebagai makhluk sosial, ketika tidak ada yang mau menyapa bahkan tidak ada yang peduli pada diri kita, kita merasa ada sesuatu yang kurang. Tetapi jika kita hidup berdampingan dan harmoni maka hidup menjadi lebih memiliki makna. Oleh karena itu kita perlu mengelola kemarahan diri kita, sebelum merusak kehidupan kita.

    Bhikkhu Atthadhīro,          Baca & dengarkan Audionya

  • Minggu, 30 Maret 2014
    PENYEBAB-PENYEBAB KONFLIK DAN RESOLUSINYA -
    Dalam kehidupan sehari-hari jika kita melihat, banyak kasus konflik yang terjadi di masyarakat disebabkan oleh alasan-alasan yang sesungguhnya hanya pribadi tertentu karena persoalan kecil, yang sesungguhnya tidak perlu dibesar-besarkan. Namun mengapa hal itu bisa terjadi? Tentu saja ada sebab-sebab yang bisa dan perlu kita selidiki dan pelajari untuk kita mengerti dan sikapi secara baik dan bijaksana. Marilah kita ikuti lebih jauh dalam penjelasan di bawah ini.

    Bhikkhu Cittagutto Thera,          Baca & dengarkan Audionya

  • Minggu, 23 Maret 2014
    IDHA MODATI PECCA MODATI - KATAPUññO UBHAYATTHA MODATI SO MODATI SO PAMODATI - DISVā KAMMAVISUDDHAMATTANO -
    Ajaran Sammāsambuddha adalah: - Indah pada awalnya, yaitu dana dan sila. Dengan melaksanakan dana dan sila akan mendapat pahala kelahiran kembali di alam dewa yang bahagia. Terdapat 6 alam dewa (deva-loka): Catummaharajika deva-loka; Tavatimsa deva-loka; Yama deva-loka; Tusita deva-loka; Nimmanarati deva-loka; Paranimittavassavati deva-loka. - Indah pada pertengahannya, yaitu samadhi (konsentrasi pikiran). Dengan melaksanakan Samatha Bhavana atau Samadhi sehingga pikiran terkonsentrasi sangat mendalam (yang disebut jhana), maka pahalanya adalah kelahiran kembali di alam dewa brahma yang jauh lebih berbahagia daripada 6 alam dewa tersebut di atas. - Indah pada akhirnya, yaitu Paññā (kebijaksanaan). Dengan melaksanakan Vipassana Bhavana akan memperoleh kebijaksanaan yang dapat mengikis tiga akar kejahatan (keserakahan/ lobha, kemarahan/ dosa, kegelapan batin/moha) sehingga dapat mencapai tingkat-tingkat kesucian Sotapanna, Sakadagami, Anagami dan Arahat. Tingkat kesucian ini adalah pahala terbesar/tertinggi dan adalah tujuan akhir dari ajaran Sammāsambuddha, yaitu mengakhiri tumimbal lahir (dukkha). Dana, sila dan samadhi tidak dapat mengakhiri tumimbal lahir (dukkha).

    Bhikkhu Sukhemo Mahāthera,          Baca & dengarkan Audionya

Arsip

Video

Arsip

Artikel

Arsip

Majalah Dhammacakka

    • Edisi #73 Maghapuja 2014

      Edisi #73 Maghapuja 2014


      Daftar isi:

      - DHAMMADESANA: Apa Kata Mereka Tentang  BudayaTionghoa
      - INSPIRASI: Kasih Sayang Ibu
      - ARTIKEL: Antara Power Bank dan Meditasi
      - INFO: Dhammakaya yang Kontroversial
      - FOKUS UTAMA: Buddhadhamma Menawarkan Kebahagiaan
      - OPINI: Cendekiawan Buddhis Jelaskan Buddhisme di Acara Oprah Winfrey
      - LIPUTAN LUAR: Apresiasi Kepada Bhikkhu Sri Lanka atas Kontribusi STI dan HUT STI
      - PROFIL: dr Lo Siaw Ging: Dokter tanpa Tarif
      - KONSULTASI KESEHATAN: Pendekatan Terhadap Pasien dengan Penyakit Sendi

      dan masih banyak artikel & liputan menarik lainnya.