x

MAGHA PUJA

Sabbapapassa akaranam, kusalassupasampada.
Sacittapariyodapanam, etam Buddhanasasanan'ti

Tidak melakukan segala perbuatan buruk, melakukan perbuatan baik, Membersihkan batin sendiri, ini adalah ajaran para Buddha.
(Ovada Patimokkha)


    DOWNLOAD AUDIO

Namo Tassa Bhagavato Arahato Sammasambuddhassa


Magha adalah nama bulan pada kalender Buddhis, bersamaan dengan bulan Februari pada penanggalan Masehi. Pada bulan purnama dalam bulan Magha ini terjadi satu peristiwa penting yang terjadi satu kali saja dalam 45 tahun sejarah kehidupan Buddha Gotama.

Pada bulan purnama di bulan Magha, sembilan bulan setelah mencapai penerangan sempurna di bawah pohon Bodhi pada bulan purnama di bulan Vesak, Buddha Gotama berada di hutan bambu (Veluvana Arama). Pada saat itu berkumpullah 1250 bhikkhu yang memiliki empat ciri (caturanghasannipata):

  1. Semua bhikkhu telah mencapai tingkat kesucian arahat;
  2. Semua bhikkhu ditahbiskan oleh Buddha (ehi bhikkhu upasampada);
  3. Mereka berkumpul tanpa janjian terlebih dulu;
  4. Buddha memberikan khotbah yang disebut Ovada Patimokkha.

 

OVADA PATIMOKKHA

Khanti paramam tapo titikkha - nibbanam paramam vadanti Buddha
Na hi pabbajito parupaghati -samano hoti param vihethayanto
Sabbapapassa akaranam -kusalassupasampada
Sacittapariyodapanam - etam Buddhanasasanam
Anupavado anupaghato -patimokkhe ca samvaro
Mattannuta ca bhattasmim - pantanca sayanasanam
Adhicitte ca ayogo - etam Buddhanasasanam

Kesabaran adalah cara melatih batin tertinggi. Para Buddha bersabda nibbana adalah tertinggi. Seseorang yang melukai orang lain, menyakiti orang lain, bukanlah rohaniwan (orang yang sudah tidak berkeluarga), bukan petapa.

Tidak melakukan segala perbuatan buruk, melakukan perbuatan baik, membersihkan batin sendiri, ini adalah ajaran para Buddha.
Tidak menghujat, tidak menyakiti, terkendali dalam peraturan bhikkhu (patimokkha), tahu ukuran dalam hal makan, berdiam di tempat sunyi, berusaha mengembangkan batin luhur, ini adalah ajaran para Buddha.

Catatan:

  1. Khanti - sabar menghadapi kesulitan, penderitaan badaniah (kepanasan, kedinginan, lapar, haus dan lain-lain) dan sabar menghadapi kesukaran, penderitaan batin (dihina, dicaci, difitnah, dan lain-lain).
  2. Nibbana- bukan alam kehidupan tapi keadaan batin yang bebas dari kekotoran batin (keserakahan/lobha, kemarahan/dosa, kegelapan batin/moha). Nibbana dapat dicapai dengan melaksanakan sila, samadhi, panna (pannya). Nibbana adalah tujuan akhir dari ajaran Buddha.
  3. Umat Buddha khususnya bhikkhu tidak melakukan kekerasan fisik dan verbal.
  4. Tidak melakukan segala perbuatan buruk yang merugikan diri sendiri, orang lain dan masyarakat.
  5. Melakukan perbuatan baik yang bermanfaat untuk diri sendiri, orang lain dan masyarakat.
  6. Memurnikan batin sendiri dengan melaksanakakan sila, samadhi, panna (pannya).
  7. Bhikkhu adalah rohaniwan (pabbajita), umat Buddha yang tidak berkeluarga, melaksanakan 227 peraturan/sila yang disebut "patimokkha".

Dibaca : 3052 kali