x

PERLUNYA PENGENDALIAN DIRI

Uttiṭṭhe nappamajjeyya, dhammaṃ sucaritaṃ care
Dhammacārī sukhaṃ seti, asmiṃ loke paramhi ca.

Bangun! Jangan lengah! Tempuhlah kehidupan benar
Barang siapa menempuh kehidupan benar,
Maka ia akan hidup bahagia di dunia ini maupun di dunia selanjutnya.

(Dhammapada, Loka Vagga, syair 168)


    DOWNLOAD AUDIO

Namo Tassa Bhagavato Arahato Sammāsambuddhassa

Mengetahui berbagai peristiwa tragis yang terjadi di dalam masyarakat, sering kali menggetarkan hati nurani kita, dan membuat perasaan menjadi merinding dan miris. Terutama dewasa ini, melalui perkembangan era digitalisasi yang begitu pesat, informasi mengenai berbagai peristiwa sangat mudah untuk ditemukan. Termasuk tindakan kriminal seperti pembunuhan, pencurian, pemerkosaan, penipuan, dan tindakan buruk lainnya yang tidak sesuai dengan norma agama dan hukum yang berlaku di masyarakat dan negara. Hal demikian, terjadi karena lemahnya pengendalian diri, sehingga setiap perbuatan buruk yang dilakukan dapat berdampak pada orang lain dan lingkungan.


Bahayanya Tanpa Pe-ngendalian Diri

Dalam lingkungan keluarga, ketika seseorang tidak memiliki perilaku yang tidak terkendali, tidak menghargai dan tidak menghormati orangtua, termasuk sebaliknya orangtua tidak membina dan menjadi teladan yang baik dalam keluarga, melainkan justru berperilaku buruk, maka akan sulit untuk merasakan keharmonisan, ketentraman, dan kedamaian dalam keluarga. Lebih jauh dari itu, ketika seluruh masyarakat suatu negara, bahkan dunia memiliki perilaku dan tabiat buruk dengan melakukan tindakan amoral, maka dunia tidak akan pernah damai meskipun banyak agama. Dalam Cakkavati-Sīhanadāsutta, dapat kita ketahui bagaimana dampak mengerikan akibat runtuhnya moralitas manusia yang menyebabkan usia manusia semakin pendek, yaitu rata-rata 10 tahun. Pelanggaran terhadap 5 kemoralan (pañcasīla) menjadi pemandangan sehari-hari sehingga dunia akan kacau balau. Semua itu disebabkan oleh kemerosotan moral. Oleh karena itu, perlu memiliki pengendalian dalam diri.

Upaya Pengendalian Diri

Mengarah pada usaha mengendalikan diri dari perilaku yang tidak pantas dan tidak sesuai dengan norma agama dan hukum yang berlaku di masyarakat, dapat menimbulkan kerugian bagi diri sendiri dan orang lain. Dalam Dhamma Vibhaga dijelaskan bahwa ada 5 latihan pengendalian diri (saṃvara), yaitu:

1. Sīla Saṁvara, pengendalian terhadap perilaku dan perkataan sesuai dengan sīla atau moral. 
2. Sati Saṁvara, mengendalikan diri melalui perhatian. 
3. Viriya Saṁvara, mengendali-kan diri melalui usaha benar. 
4. Khanti Saṁvara, mengendali-kan diri melalui kesabaran.
5. Ñana Saṁvara, mengendali-kan diri melalui pengetahuan Dhamma.


Manfaat Pengendalian Diri 

Banyak manfaat yang akan diperoleh dari perilaku yang terkendali. Dijelaskan dalam Mahāparinibbānasutta, dengan memiliki perilaku yang baik sesuai dengan moralitas, seseorang yang bermoral akan memperoleh 5 manfaat, yaitu: akan memperoleh harta materi maupun Dhamma, termasyur, mempunyai rasa percaya diri di mana pun dia berada, men-jelang kematian pikirannya tenang dan tidak cemas, dan setelah meninggal dunia akan terlahir di alam surga. Selain itu, dengan memiliki perilaku ber-moral, tidak adanya penyesalan memberikan kegembiraan sebagai manfaatnya dan per-olehannya, suka cita memberi-kan ketenangan  sebagai manfaat dan perolehannya, ketenangan memberikan ke-bahagiaan sebagai manfaat dan perolehannya, dan kebahagiaan memberikan konsentrasi sebagai manfaat dan perolehannya.

Oleh karena itu, untuk memperoleh berkah kedamaian di dalam diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sosial, maka hendaknya seseorang perlu memiliki pengendalian diri, mengendalikan diri termasuk juga membina diri.

Dibaca : 1616 kali