x

M A N F A A T P E M B E R I A N

    DOWNLOAD AUDIO

Namo Tassa Bhagavato Arahato Sammāsambuddhassa

Hari Kaṭhina adalah salah satu hari raya umat Buddha yang diperingati oleh umat Buddha di seluruh dunia. Hari Kaṭhina umumnya dirayakan bersamaan dengan acara Sanghadana atau berdana kepada bhikkhu Sangha sebagai bentuk bakti umat kepada bhikkhu Sangha. Memenuhi kebutuhan para bhikkhu merupakan salah satu dari bakti umat kepada para bhikkhu yang telah mengajarkan Dhamma dan membimbing umat dalam kebaikan.

Tugas dan kewajiban antar umat dengan para bhikkhu dijelaskan Sang Buddha di dalam Sīgālaka Sutta, Dīgha Nikāya. Dalam sutta tersebut, terdapat lima cara para umat melayani para pertapa sebagai arah atas yaitu: 
1.  Dengan perbuatan yang penuh kasih sayang. 
2.  Dengan perkataan yang penuh kasih sayang.
3.  Dengan pikiran yang penuh kasih sayang.
4.  Dengan selalu menyambut mereka.
5.  Dengan memenuhi ke-butuhan material mereka. 

Demikian pula para bhikkhu menunjukkan kasih sayangnya kepada umat yaitu dengan:
1.  Mencegahnya dari perbuatan jahat.
2.  Menganjurkan untuk berbuat baik.
3.  Mencintai mereka dengan hati yang bersih.
4.  Memberitahukan apa yang belum diketahui.
5.  Memperjelas apa yang sudah mereka ketahui dan
6.  Menunjukkan jalan ke alam berbahagia.

Di samping itu, untuk mendukung kebutuhan pokok para pertapa atau bhikkhu merupakan salah satu dari lima pemanfaatan kekayaan secara benar yang dianjurkan guru agung Sang Buddha. Lima hal pemanfaatan kekayaan tersebut adalah:

1. Kekayaan itu dipergunakan untuk dirinya dan orang tuanya. 
2. Kekayaan itu dipergunakan untuk anak, istri, para pelayan, para pegawai, dan para sahabat.
3. Kekayaain itu dipergunakan untuk persiapan simpanan untuk menghadapi bencana. 
4. Kekayaan itu dipergunakan untuk Panca Bali yaitu lima persembahan di antaranya kepada sanak saudara, tamu, para leluhur, para dewa, dan pada pemerintah berupa membayar pajak.
5. Kekayaan digunakan untuk melakukan pemberian yang lebih luhur yang menuju kepada surgawi yaitu pemberian kepada para pertapa yang menjalani kehidupan mulia untuk merealisasikan nibbana. Semua pemanfaatan ke-kayaan tersebut akan membawa kebahagiaan.

Jadi, menurut penjelasan itu, berdana dan mendukung kebutuhan pokok para bhikkhu adalah cara untuk memanfaatkan kekayaan yang benar. Selain itu berdana kepada bhikkhu Sangha juga merupakan kebajikan yang besar. Dalam Anguttara Nikāya kelompok lima disebutkan tentang manfaat dari melakukan pemberian besar yaitu:

1. Seseorang memberi persembahan karena keyakinan. Karena ia memberi persembahan karena keyakinan, di manapun akibat dari perbuatan itu masak; ia akan menjadi kaya, berlimpah dan makmur. Dan ia akan menjadi tampan, menarik, anggun memiliki kecantikan.
2. Seseorang memberi per-sembahan dengan penuh hormat. Karena ia memberi persembahan dengan penuh hormat, di manapun akibat dari perbuatan itu masak; ia akan menjadi kaya, berlimpah dan makmur. Dan ia akan dihormati oleh anak, istri, para pelayan dan pekerja.
3. Seseorang memberi persembahan pada waktu yang tepat. Karena ia memberi persembahan pada waktu yang tepat, di manapun akibat dari perbuatan itu masak; ia akan menjadi kaya, berlimpah dan makmur. Dan keuntungan akan datang padanya pada waktu yang tepat dalam jumlah yang banyak.
4. Seseorang memberi persembahan dengan ke-dermawanan. Karena ia memberi persembahan dengan kedermawanan, di manapun akibat dari perbuatan itu masak; ia akan menjadi kaya, berlimpah dan makmur. Dan bathinnya mengarah pada kenikmatan hal-hal yang baik.
5. Seseorang memberi per-sembahan tanpa merendahkan dirinya dan orang lain. Karena ia memberi persembahan dengan tanpa merendahkan dirinya dan orang lain, di manapun akibat dari perbuatan itu masak; ia akan menjadi kaya, berlimpah dan makmur. Dan ia tidak akan mengalami kehilangan kekayaannya dari penjuru manapun apakah dari api, banjir, penjahat-penjahat ataupun dari pewaris yang tidak disukai.

Itu adalah manfaat-manfaat pemberian pada masa yang akan datang. Namun pemberian itu juga memberikan manfaat-manfaat yang bisa dinikmati di kehidupan ini juga. Dalam Anguttara Nikāya kelompok lima, Sang Buddha menjelaskan manfaat dari memberi yang terlihat secara langsung kepada jenderal Siha di Vesali. Lima manfaat itu antara lain:
1.  Seorang penyumbang, pemberi yang dermawan; disukai dan disenangi banyak orang.
2.  Seorang penyumbang, pemberi yang dermawan; didatangi orang yang baik.
3.  Seorang penyumbang, pemberi yang dermawan; memperoleh reputasi yang baik.
4. Seorang penyumbang, pemberi yang dermawan; mendatangi perkumpulan dari berbagai kelompok social dengan tenang dan percaya diri.
5.  Seorang penyumbang, pemberi yang dermawan; dengan hancurnya jasmani, setelah kematian, terlahir kembali di alam tujuan yang baik, di alam surga.

Demikianlah manfaat pemberian pada saat sekarang dan pada kehidupan yang akan datang. Kebajikan ini memberikan manfaat kebahagiaan yang luar biasa. Sang Buddha mengatakan di dalam Dhammapada:

“Di dunia ini ia berbahagia, di dunia sana ia berbahagia. Pelaku kebaikan bergembira di kedua dunia itu. Ia bergembira dan bersuka cita, karena melihat perbuatannya sendiri yang bersih.” 

Dibaca : 1500 kali