x

Dhamma Sutta

Bāhusaccañca sippañca,
Etammaṅgalamuttamaṃ’ti

Berpengetahuan luas dan berketerampilan, Itulah berkah utama. 
(Maṅgala Sutta – Khuddaka Nikāya)

    DOWNLOAD AUDIO

Sang Buddha sangat memuji seseorang yang memiliki banyak pengetahuan (Bahusacca). Hal ini dijunjung tinggi oleh Sang Buddha sehingga Beliau memasukkannya ke dalam salah satu dari berkah utama. Akan tetapi pada kenyataannya, masing-masing orang memiliki batasannya sendiri dalam mengetahui sesuatu. Tidak banyak orang yang memiliki kemampuan untuk mengetahui banyak hal sekaligus. Salah satu hal yang perlu digaris-bawahi adalah, meskipun berjumlah sekitar 84 ribu kelompok Dhamma, ajaran Sang Buddha bagi Beliau secara pribadi hanyalah sebagian kecil dari semua pengetahuan yang ada di dunia ini. Akan tetapi Beliau menekankan bahwa apa yang Beliau ajarkan adalah Dhamma yang mampu membawa seseorang menuju lenyap-nya derita secara total.

Dari sini diketahui bahwa di antara sebegitu banyaknya pengetahuan yang ada saat ini meskipun ada ajaran atau pengetahuan lain yang sangat berguna dan dapat membantu memudahkan kehidupan manusia, tetapi pada dasarnya belum mampu untuk membawa seseorang pada pencerahan. Pada akhirnya di antara sebegitu banyaknya pengetahuan yang ada di luar sana, dan di antara banyaknya Dhamma yang diajarkan Sang Buddha untuk memudahkan para siswaNya, dalam Dhammau Sutta (AN VII.68) Beliau menjelaskan tujuh hal mendasar yang seyogyanya diketahui oleh seseorang, berkaitan dengan pengetahuan juga tata cara berperilaku. Ketujuh hal tersebut adalah:


1. Dhammautt? Mengetahui Dhamma
Apapun dan sebanyak apapun Dhamma yang telah dipelajari seseorang akan memberikan man-faat yang besar bagi orang tersebut dan orang-orang di sekitarnya. Karena orang yang mengetahui dhamma mengetahui apa yang patut dan apa yang tidak patut. Ia mengetahui hal-hal yang menjadi sebab dari kebahagiaan dan sebab dari penderitaan sehingga mengetahui cara-cara untuk mengembangkan hal-hal baik melalui praktik yang tepat.

2. Atthautt? Mengetahui makna
Tidak hanya mengetahui Dhamma yang telah diajarkan, tapi juga seseorang hendaknya mengetahui pemaknaan dari Dhamma-dhamma tersebut. Secara singkatnya mengetahui makna di sini adalah mengetahui tentang kondisi sebab-akibat, yaitu mengetahui ke-bahagiaan yang dirasakan sebagai hasil dari suatu sebab (Kamma baik) yang sebelumnya telah dilakukan; begitu juga mengetahui penderitaan yang dihadapi sebagai hasil dari sebab (Kamma buruk) yang sebelumnya telah dilakukan.

3. Attautt? Mengetahui diri
Mengetahui diri sendiri, seperti mengetahui keyakinannya, moralitas, pengetahuan dan kebajikan berkaitan dengan Dhamma. Setelah mengetahui hal-hal ter-sebut seseorang menempatkan dirinya sesuai dengan posisinya.

4. Mattautt? Mengetahui ukuran
Mengetahui mata pencaharian yang tepat dan tidak, yang mem-berikan manfaat ataupun kerugian bagi diri sendiri maupun pihak lain. Setelah mengetahui hal-hal ter-sebut, seseorang bertekad untuk melakukan hal-hal yang baik dan pantas. Lebih dari itu, juga mengetahui batasan kebutuhan diri sendiri dan mencari/mengambil segala sesuatu secukupnya sesuai dengan batasan tersebut.

5. K?lautt? Mengetahui waktu
Mengetahui waktu yang tepat untuk bertindak dan mengerjakan sesuatu yang patut untuk di-selesaikan.

6. Parisautt? Mengetahui kumpulan
Mengetahui pengelompokan orang-orang dan mengetahui tata perilaku yang tepat yang harus dilakukan sesuai dengan kondisi yang ada.

7. Puggalaparoparautt? Mengetahui cara membedakan orang-orang
Dapat menilai ciri orang yang baik dan tidak baik sehingga dapat memilih pergaulan yang tepat (berasosiasi dengan orang-orang baik)


Demikian ketujuh hal yang seyogyanya diketahui oleh seseorang, yang dapat membantu tidak hanya dalam pengendalian tata perilaku dalam bermasyarakat tapi juga membantu melenyapkan pengotor batin.


Referensi:
Bodhi. 2015. A?guttara Nik?ya, Khotbah-khotbah Numerikal Sang Buddha. Jakarta: Dhammacitta Press

Dibaca : 4192 kali