x

CARA MELENYAPKAN KEKESALAN

    DOWNLOAD AUDIO

Namo Tassa Bhagavato Arahato Sammasambuddhassa

Dalam kehidupan sehari-hari, delapan kondisi duniawi di sekeliling dunia dan dunia berputar di sekeliling delapan kondisi duniawi. Apakah delapan ini? Untung dan rugi, kehinaan dan kemasyuhran, celaan dan pujian, dan kenikmatan dan kesakitan. Kedelapan kondisi duniawi ini berputar di sekeliling dunia dan dunia berutar di sekeliling kedelapan kondisi duniawi ini.

Ketika seseorang mendapat-kan kerugian, kehinaan, celaan dan kesakitan; ia akan merasa kesal. Baik kekesalan yang di-dapatkan secara internal/ dari dirinya sendiri maupun secara eksternal/ dari orang lain. Apabila kekesalan itu datangnya secara internal maka itu adalah kesalahan diri sendiri, biasanya dilampiaskan melalui penyesalan. Bagaimana apabila kekesalan itu datangnya secara eksternal dari orang lain? Tentunya kekesalan ini harus dilenyapkan dengan baik dan benar. Ada lima cara untuk melenyapkan kekesalan yang dengannya seseorang harus sepenuhnya melenyapkan kekesalan yang muncul terhadap  siapa pun. Apakah lima ini? 

  1. Ia harus mengembangkan cinta kasih terhadap orang yang kepadanya ia merasa kesal; dengan cara inilah ia harus melenyapkan kekesalan terhadap orang itu. 
  2. Ia harus mengembangkan belas kasihan terhadap orang yang kepadanya ia merasa kesal; dengan cara inilah ia harus melenyapkan kekesalan terhadap orang itu.
  3. Ia harus mengembangkan keseimbangan terhadap orang yang kepadanya ia merasa kesal; dengan cara inilah ia harus melenyapkan kekesalan terhadap orang itu.
  4. Ia harus mengabaikan orang yang kepadanya ia merasa kesal dan tidak memperhati-kannya; dengan cara inilah ia harus melenyapkan kekesalan terhadap orang itu.
  5. Ia harus menerapkan gagasan kepemilikan kamma pada orang yang kepadanya ia merasa kesal,  sebagai berikut; Ia adalah pemilik kammanya, pewaris kammanya; ia memiliki kamma sebagai asal-mulanya, kamma sebagai sanak-saudaranya, kamma se-bagai pelindungnya; ia akan menjadi pewaris kamma apa pun yang ia lakukan, baik atau buruk.’ Dengan cara inilah ia harus melenyapkan kekesalan terhadap orang itu.

Ini adalah kelima cara untuk melenyapkan kekesalan yang dengannya seseorang harus se-penuhnya melenyapkan kekesalan yang muncul terhadap siapa pun.

Dalam mengatasi kekesalan hendaknya kita tidak melampias-kannya dengan kemarahan tetapi akan lebih baik apabila dihadapi dengan bersabar. Sebab ketika kemarahan dan ketidaksabaran muncul, maka akan ada kerugian.  Ada lima bahaya dalam ketidak-sabaran. Apakah lima ini? Seseorang tidak  disukai dan tidak disenangi oleh banyak orang; ia kasar; ia penuh penyesalan; ia meninggal dunia dalam ke-bingungan; dengan hancurnya jasmani, setelah kematian, ia ter-lahir kembali di alam sengsara, di alam tujuan yang buruk, di alam rendah, di neraka. Ini adalah kelima bahaya dalam ketidak-sabaran. 

Ketika mendapatkan kekesalan, hendaknya seseorang menghadapinya dengan kesabaran. Ada lima manfaat dalam kesabaran. Apakah lima ini? Seseorang disukai dan disenangi oleh banyak orang; ia tidak kasar; ia tanpa penyesalan; ia meninggal dunia tanpa kebingungan; dengan hancurnya jasmani, setelah kematian, ia terlahir kembali di alam tujuan yang baik, di alam surga. Ini adalah kelima manfaat dalam kesabaran itu.” 

Seseorang yang ingin menegur orang lain pertama-tama harus menegakkan lima hal dalam dirinya. Apakah lima ini? 

  1. Aku akan berbicara pada waktu yang tepat, bukan pada waktu yang tidak tepat;
  2. Aku akan berbicara dengan jujur, bukan dengan berbohong; 
  3. Aku akan berbicara secara halus, bukan secara kasar; 
  4. Aku akan berbicara dalam cara yang bermanfaat, bukan dalam cara yang berbahaya;
  5. Aku akan berbicara dengan pikiran cinta kasih, bukan selagi memendam kebencian.

Seseorang yang ingin menegur orang lain pertama-tama harus menegakkan kelima hal ini dalam dirinya.

Dengan cara demikianlah, kekesalan akan dapat dilenyapkan. Menyelesaikan segala masalah dengan baik dan dengan cara yang bermanfaat adalah lebih baik daripada menyelesaikan masalah dengan kemarahan, yang justru hanya akan menambah masalah baru. 

Demikian yang dapat saya sampaikan. Semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.

Referensi:
Angguttara Nikaya kelompok 5 dan 8. 


Text Dhammadesanā dan Informasi Kegiatan Dapat Dilihat di Link Berikut:
https://drive.google.com/file/d/1Az7R3W63Bvth31fN9M70HVPQBUvSGskS/view

Dibaca : 3434 kali