x

Semarak Dharma Songsong Waisak Dari Desa Ngawen, Kabupaten Pati

Menyambut Hari Raya Waisak, umat Buddha Indonesia menggelar pujabhakti Sebulan Pendalaman Dhamma (SPD). Pujabhakti SPD dilakukan secara serentak dari vihara masing-masing sejak tanggal 15 April dan akan berlangsung hingga jelang detik-detik Waisak 16 Mei 2022.

Di Vihara Eka Dhammaloka, Desa Ngawen, Kec. Cluwak, Kab. Pati, SPD dibuka dengan pengambilan delapan sila (athanggasila) pada pagi hari. Sudah menjadi kebiasaan, kebanyakan umat Buddha vihara ini menjalankan delapan sila selama SPD berlangsung. Hal itu juga menunjukkan semangat umat Buddha vihara ini dalam menyambut Hari Raya Waisak.

Sukarmi, salah satu umat Buddha Vihara Eka Dhammaloka menyampaikan bawah Waisak menjadi momen yang ditunggu oleh umat Buddha. “Saya jarang jadi pemimpin pujabhakti, tapi kalo pas SPD gini jadi semangat karena melihat umat sini semangat ke vihara.

“Bahkan, umat yang biasanya jarang ikut kumpulan di vihara jadi rajin berangkat ke vihara. Mulai dari anak-anak, remaja, bapak-bapak, ibu-ibu, bahkan yang sudah sepuh juga berangkat. Jadi ramai, vihara sampai tidak muat,” tuturnya.

Selama SPD berlangsung tak hanya sekadar pujabhakti. Momentum ini juga digunakan oleh umat Buddha untuk belajar Dharma secara mendalam. Beberapa dharmaduta dari Kabupaten Pati secara bergantian mengisi ceramah Dharma di vihara-vihara.

Salah satunya Yuliati, anggota Magabudhi dari Vihara Asoka Maura, Desa Plaosan yang mengisi ceramah Dhammadesana di Vihara Eka Dhamma Loka, Rabu (20/4). Malam itu, Yulianti menyampaikan Karaniya Metta Sutta.

Menurut Yulianti, umat Buddha harusnya tak hanya membaca paritta saja, tapi juga harus paham maknanya. “Buddha menjelaskan Karaniya Metta Sutta, pertama untuk praktik cinta kasih ke semua makhluk, kedua sebagai perlindungan, dan ketiga untuk pencapaian jhana yang akan menjadi fondasi untuk pelaksanaan vippasanna bhavana” paparnya beliau.

“Kita semuanya di sini hapal paritta Karaniya Metta, tetapi alangkah baiknya kita selalu mengembangkan makna yang terkandung di dalamnya, memancarkan juga kepada semua makhluk dan mempraktikkan dalam kehidupan sehari-hari nggih,” tambahnya di akhir paparan. Setelah pembabaran Dhammadesana selesai, dilanjutkan dengan dana paramita kemudian pembacaan paritta Patidana.

Number: BuddhaZine.com

Dibaca : 701 kali