x

Waisak Di NTB, Tetap Khidmat Meski Hujan Lebat

Meskipun hujan lebat, 1200 umat Buddha Nusa Tenggara Barat (NTB) tetap khidmat merayakan waisak di Vihara Giri Metta Bhavana Arama Buani, Dusun Buani, Bentek, Gangga, Lombok Utara, Kamis (26/5). Perayaan Dharma Santi Waisak 2566 BE/202 bertema “Moderasi Beragama Membangun Kedamaian”  ini telah lama ditunggu masyarakat setelah dua tahun menahan karena pandemi. 

Setelah dua tahun menahan diri karena pandemi, kini umat Buddha kembali menampakkan antusiasnya mengikuti dan menyelenggarakan acara keagamaan secara langsung. Di bawah guyuran hujan deras sepanjang acara, ribuan Umat Buddha Nusa Tenggara Barat (NTB) tetap khidmat mengikuti jalannya perayaan Dharma Santi Waisak 2566 BE/2022. 

“Karena hujan besar banyak umat di beberapa vihara tidak bisa hadir. Jika tidak hujan kemungkinan lebih dari 1200 umat dan tempat acara pun tidak bisa nampung semuanya. Karena kami mengundang umat dari semua Vihara di Provinsi NTB, baik dari Kabupaten Lombok Barat, Kota Mataram, dan Kabupaten Lombok Utara,” jelas Surdianto, Ketua panitia penyelenggara.

Surdianto menambahkan maksud diselenggarakannya perayaan Dharma Santi Waisak Umat Buddha Kabupaten Lombok Utara yaitu sebagai sarana pembinaan umat Buddha. “Maksud dari perayaan ini adalah sebagai sarana untuk mewujudkan pembinaan kehidupan beragama Buddha, yakni terciptanya kehidupan umat Buddha yang harmonis dalam tata kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” katanya mengisi sambutan panitia. 

Bupati Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu berpesan kepada Umat Buddha untuk menjaga kerukunan beragama, “Penyelenggaraan Dharma Santi ini sebagai bentuk kebersamaan dan perwujudan kerukunan umat beragama. Kebersamaan, kerukunan, dan moderasi ini kita wujudkan dalam internal Agama Buddha maupun eksternal yang melibatkan tokoh-tokoh lintas agama,” pesannya.

Untuk memeriahkan acara, panitia menyuguhkan pertunjukan kesenian khas Lombok di sela-sela cara yaitu Gendang Beleq, Babar Layar, serta Tarian Pengecak. Acara ditutup dengan sesi penyerahan cinderamata dan foto bersama.

Waisak kali ini diselenggarakan oleh Sangha Theravada Indonesia (STI) dan didukung oleh Keluarga Buddhis Theravada Indonesia (KBTI) Lombok Utara, dengan kepanitiaan meliputi unsur dari Majelis Agama Buddha Indonesia (MAGABUDHI), Wanita Theravada Indonesia (WANDANI) dan Pemuda Theravada Indonesia (PATRIA). 

Kegiatan ini dihadiri oleh 11 Anggota Sangha; Upasanghanaya Bhante Cittagutto Thera, Padesanyaka Prov.NTB Bhikkhu Silagutto Thera, Padesanayaka Prov.NTT Bhikkhu Saccadhammo Thera, Bhikkhu Upasilo, Bhikkhu Karunasilo, Samanera dan  Perwakilan Sangha Agung Indonesia (SAGIN), untuk Dhammadesana oleh Bhikkhu Dhammasubho Mahathera. Turut hadir dalam acara Bupati dan Wakil Bupati Lombok Utara, Pembimas Buddha Provinsi NTB, Kesbangpol Lombok Utara, Kapolres Lombok Utara, Permabudhi Provinsi NTB dan tamu undangan lainnya. Sementara jumlah umat yang menghadiri perayaan kurang lebih 1200 orang. [MM]


Sumber: BuddhaZine.com

Dibaca : 921 kali