x

Mensinergikan Borobudur Sebagai Spiritual Buddhism

Sejumlah stakeholder melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) bertema Spiritual Buddhism di Kawasan Candi Borobudu, untuk mensinergikan pemanfaatan Candi Borobudur di Kantor Injourney, Gedung Sarinah Lantai 14, Selasa (14/12/2022). PT. Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko menyelenggarakan FGD dengan mengundang para pemangku kepentingan.

Beberapa diantara para pemangku kepentingan yang hadir adalah perwakilan Kemenko Marves, Kementerian BUMN, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, serta Pemda Magelang.

Dari pihak umat Buddha, turut hadir perwakilan sangha, Bikkhu Dhammawuddho, Dirjen Bimas Buddha, Pimpinan Majelis, serta Cendekia Buddhis Indonesia. 

Bhikkhu Dhammavuddho, anggota sangha yang hadir dalam FGD ini menyampaikan studi kasus dengan ziarah di Bodhgaya, India yang bisa menghasilkan devisa bagi negara India sebesar Rp 102 Triliun setiap tahunnya. 

Dirjen Bimas Buddha, Supriyadi yang juga hadir berharap, FGD ini dapat menghasilkan pemahaman yang utuh terhadap beberapa hal yang pada saat ini masih menjadi persoalan di lapangan terkait pemanfaatan Candi Borobudur sebagai tempat ibadah umat Buddha.

Direktur SDM dan Digital Injourney Herdi Harman mengatakan melalui forum ini diharapkan agar seluruh peserta menyampaikan segala masukan dan aspirasinya sehingga pada nantinya akan dihasilkan rekomendasi pada pihak terkait terhadap peningkatan spiritual tourism di Indonesia khususnya di Candi Borobudur. 

Sumber: BuddhaZine.com

Dibaca : 833 kali